METRUM
Jelajah Komunitas

8 Tips Menjadi Content Creator

PROFESI content creator tengah naik daun beberapa tahun belakangan ini. Semakin intensnya penggunaan smartphone di masyarakat membuat semakin banyak orang berlomba-lomba menciptakan konten digital. Bentuk konten pun beragam, mulai dari tulisan, gambar ilustrasi, foto, rekaman suara, hingga video.

Content creator, dalam bahasa Indonesia disebut juga pencipta konten, merujuk pada seseorang yang bertanggung jawab atas kontribusi informasi pada berbagai jenis media, khususnya media digital. Mereka menargetkan sekelompok pengguna atau user lewat penyampaian konten yang dibuat. 

Media para kreator ini berkreasi bisa berupa blog, gambar, infografis, video, audio, hingga update media sosial. Namun, menjalani profesi content creator itu gampang-gampang susah. Boleh dibilang, pekerjaan ini bukan untuk semua orang. Apa yang di-posting di media sosial bukan sekadar memajang kutipan bijak dengan ilustrasi foto bagus saja. Maka, kita harus memahami apa saja yang harus dilakukan seorang pembuat konten.

Kenapa konten begitu penting? Internet ada berkat katalog konten yang luar biasa masif. Tanpa miliaran konten di dalamnya, internet tidak akan hadir dan bermanfaat bagi anda. Keberadaan konten berkaitan erat dengan mesin pencari serta data. Kadang bagus tidaknya sebuah konten dinilai dari popularitas dan keberhasilan masuk halaman pertama hasil pencarian. 

Meski profesi ini terlihat menggiurkan, tetap semuanya butuh proses. Tidak ada kesuksesan yang diraih dalam semalam atau berkat satu konten viral saja. Coba lakukan tips-tips berikut ini agar anda sukses menjadi pencipta konten. 

Proses membuat konten BECAK (Berbincang Acak) di Bandung Creativ Hub (Foto: Dok. penulis).*

1. Baca berita terkini

Membuat konten bagus yang menggugah audiens menuntut anda harus tahu berbagai berita terkini. Cara termudah adalah dengan membaca apa yang sedang diperbincangkan dan sedang tren di internet. Anda bisa sering browsing portal berita atau mengatur RSS feed supaya berita terus ter-update. Apa yang sedang tren bisa jadi materi bagus untuk konten anda, sekaligus menarik lebih banyak audiens untuk membaca/menonton/mendengar. 

BACA JUGA:  7 Pekerjaan yang Bikin Anda Sering Traveling Gratis

2. Tulis ide secara rutin

Ide hanya akan tetap jadi gagasan tanpa eksekusi. Namun, ide yang tidak segera dituangkan dalam tulisan bisa menguap begitu saja tanpa sempat anda kembangkan. Content creator sukses paham akan hal ini, sehingga mereka terbiasa menuliskan segala ide yang bermunculan. Cukup lakukan sesi 10-15 menit setiap hari dan tulis semua isi pikiran anda secara bebas. 

3. Pelajari siapa target anda

Sama seperti bisnis, anda harus tahu siapa target konten sebelum memproduksi lebih banyak konten. Bagaimanapun juga, audiens menjadi “juri” atas konten yang anda buat. Maka, mengenali audiens luar dalam itu penting. Anda harus bisa mengenali karakteristik audiens, mulai dari usia, jenis kelamin, lokasi, pekerjaan, hingga keluarga.

Singkatnya, anda tidak membuat konten untuk bisa dilahap semua kalangan. Target audiens yang spesifik justru membantu anda fokus menyediakan konten yang lebih berkualitas dan pasti akan diterima pembaca/penonton.

4. Ciptakan gaya khas anda

Anda bukanlah satu-satunya orang yang menjadi content creator, apa pun industri konten yang digeluti. Memiliki gaya khas bagus untuk membedakan Kamu dari pembuat konten lainnya. Audiens meng-klik konten memang demi memperoleh informasi, tetapi mereka akan mengikuti karena kepribadian anda. 

Termasuk bagaimana anda melakukan kurasi pada konten orang lain. Saat hendak repost, tambahkan komentar atau perspektif anda soal materi tersebut. Jadi, konten boleh mirip, tetapi kepribadian sang kreator yang membuat penyampaian sebuah konten bisa berbeda.

5. Evaluasi konten yang telah dibuat

Fokus pada key performance indikator (KPI) dan lakukan optimasi konten untuk itu. Pengukuran KPI ini bisa berdasarkan pada empat hal.

  • Traffic media sosial, jumlah pengunjung yang melihat konten media sosial
  • Direct traffic, jumlah pengunjung yang klik konten dengan langsung mengetikkan URL web di browser
  • Organic traffic, jumlah pengunjung yang meng-klik konten melalui link hasil mesin pencari
  • Submission, jumlah pengunjung ke web dan meninggalkan informasi kontak diri untuk memperoleh materi yang Anda tawarkan. 
BACA JUGA:  Harley-Davidson Buatan 1908 Jadi Motor Termahal, Laku Rp14 Miliar

Dari data itu, anda bisa mempelajari seperti apa kelayakan konten yang telah dibuat, termasuk bagaimana respons audiens. Nantinya, anda terdorong menciptakan konten baru yang lebih baik untuk meraih lebih banyak audiens.

6. Bangun networking sesama content creator

Sesama content creator bukanlah pesaing, tetapi teman diskusi yang sepadan untuk belajar berbagai hal. Membangun jejaring akan membuka wawasan Kamu pada berbagai perspektif berbeda hingga terinspirasi membuat sesuatu. 

Jangan ragu luangkan waktu di media sosial untuk berdiskusi, berkomentar, atau membahas berbagai hal dengan sesama pembuat konten. Bahkan, anda bisa saling bertukar ide atau berkolaborasi menciptakan konten bersama.

7. Tawarkan solusi

Tahukah bagi seorang content creator, keahlian bukanlah segalanya? Jangan hanya mengungkapkan sesuatu yang anda tahu saja. Namun, jelaskan mengapa informasi itu penting dan apa yang bisa dipelajari audiens dari konten tersebut. 

Orang mengonsumsi konten untuk memenuhi kebutuhannya: memperoleh solusi dari permasalahan yang tengah dihadapi. Konten berupa solusi lebih menarik, karena anda menempatkan diri sebagai teman yang memberikan jawaban atas permasalahan audiens.

8. Bangun rasa ingin tahu terus menerus

Posisikan diri anda sebagai orang yang tidak tahu segalanya. Cara ini mendorong anda haus akan pengetahuan, sehingga tergelitik untuk mencari tahu segala sesuatu. Ujungnya, konten menarik, bervariasi, dan tidak monoton pun tercipta. 

Mudah puas dengan apa yang sudah dikuasai saat ini tidak akan membuat konten anda berkembang. Tetap bangun rasa ingin tahu secara konsisten, sehingga anda bisa berpikir lebih kritis untuk menciptakan berbagai konten yang mampu memuaskan rasa penasaran audiens. 

Untuk pemula, pilih satu atau dua media untuk menampilkan suatu konten. Cara ini akan membantu anda menguasai jenis konten tertentu, sekaligus membangun audiens spesifik dari konten yang dibuat. (Hanna Nursifa R/JT)***

BACA JUGA:  Creative Explorer: Komunitas Petualang dan Kreator dari Bandung

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.