METRUM
Jelajah Komunitas

Aktivitas Bersepeda di Awal Tahun 2022

SAYA, yang sudah sekian lama tidak lagi mengikuti kegiatan atau event bersepeda dan lebih fokus sendirian #biketokamanawae (bersepeda kemana saja), selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 1-2 Januari, melakukan kegiatan bersepeda mengawali tahun 2022 di pusat kota Kabupaten Purwakarta.

Selain karena ingin bersilaturahmi dengan saudara-saudara yang berada di Kecamatan Pasawahan, juga sudah berniat akan bersepeda di sana, hingga saya sengaja dari Bandung membawa helm dan sarung tangan.

Sepeda yang saya gunakan adalah jenis federal yang saya pinjam dari teman salah satu anggota Federal Purwakarta (Fedarta). Saya bersepeda dari daerah bernama Pajagalan menuju ke dua tempat yaitu Babakan Cikao (BBC) dan Munjul untuk bersilaturahmi selain dengan Fedarta, juga beberapa anggota Purwakarta Mountain Bike Adventure (PUMA) dan pengelola Rumah Federal di Purwakarta.

Terakhir, saya bersilaturahmi juga dengan Bike to Work (B2W) Purwakarta sambil diskusi membahas tentang gerakan kebikean, kondisi, dan harapan ke depan khususnya bagi keberlangsungan komunitas gerakan B2W Purwakarta. 

Seperti halnya dipenghujung tahun, memasuki tahun 2022, banyak individu dan komunitas pesepeda, serta berbagai pihak lainnya menyelengarakan kegiatan bersepeda, baik skala kecil maupun besar. Tetap dengan segala keterbatasan, mulai dari jumlah peserta hingga acara yang dibuat secara sederhana. Kegiatan itu di antaranya sebagai berikut:

Bandung Lipet First Sunday Ride (BLFSR)

Dengan mengusung  jargon Sepeda Kita Tidak Sama, Tapi Kita Sepedaan Sama-sama, BLFSR adalah kegiatan bersepeda bersama yang dilakukan di pekan pertama tahun 2022. Dilaksanakan pegiat sepeda lipat yang dimotori oleh komunitas pesepeda Cepot Lipet Bandung (CLB), pada Minggu (2/1).

Bandung Lipet First Sunday Ride 2022 (Foto: Bambang Yukgowes).*

BLFSR pegiat seli ini diikuti sekitar 500 peserta, baik individu maupun perwakilan sejumlah komunitas pesepeda lipat yang ada di Bandung Raya yaitu DCI, Brokokok, TOC, Braders, Epic, Trisixty, Prock.id, Troybars, Ecosmo, Koin, Norch, Soul, Guest Bangor, BNS, dan Libass. Selain itu, ada juga pegiat seli dari daerah Sumedang, Cirebon, dan Purwakarta.

Dengan menggunakan dresscode bernuansa merah cerah ceria, para peserta melakukan perjalanan bersepeda secara bertahap keliling kota dari tempat start di Kokona Café Jalan L.L.R.E Martadinata melalui Jalan Aceh, Merdeka, Tamblong, Lembong, Asia Afrika, Sudriman, Garuda, Rajawali, Pajajaran, dr. Cipto, Pasteur, Cihampelas, Wastukencana, L.L.R.E Martadinata, Dago Juanda, dan berakhir di Bike Story Jalan Ranggamalela.

Kegiatannya diisi dengan pembagian doorprize persembahan berbagai sponsor dan ramah tamah. Tak hanya itu, kegiatan tersebut dirangkai dengan Foto Challenge selama kegiatan berlangsung bagi seluruh peserta, dilaksanakan dari tanggal 6 sampai 8 Januari 2022.

Tour D’West Java Bandung – Bogor

Kegiatan ini merupakan adaptasi dari kegiatan rutin tahunan bernama Zero to Zero yaitu bersepeda jarak jauh dari titik 0 kilometer Bogor menuju titik 0 kilometer Bandung yang pernah dilaksanakan sebelum masa pandemi sebanyak 3 kali. Sayangnya kegiatan tidak berlanjut lagi, salah satu faktornya karena seorang inisiator utamanya meninggal dunia.

Pada tahun 2021, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor berinisiasi melakukan kegiatan serupa dengan tema Tour D’West Java Bandung – Bogor, bekerjasama dengan Dispora Kota Bandung. Didukung beberapa lembaga dan korporasi serta kelompok pesepeda, salah satunya adalah Forum Komunikasi Komunitas Pesepeda se-Bandung Raya.

Tour D’West Java Bandung-Bogor (Foto: Dok. penulis).*

Kegiatan digelar pada Sabtu (8/1), diikuti sekitar 700 peserta dengan ketentuan sudah divaksin. Start dari plaza Balai Kota, dibuka dan dilepas secara perkelompok pesepeda yang sudah siap dan datang sejak pukul 5.30 hingga 6.30 WIB oleh Ptl. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana didampingi Kepala Dispora Kota Bandung, Edy Marwoto dan Kepala Bidang Budaya dan Olahraga (kabidbudor), Komarudin.

Perjalanan melalui Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan istirahat di Cianjur kota serta Cimacan, Cipanas sebagai tempat Pits Stop 1 dan 2 yang disambut Cianjur Cycling Forum. Selanjutnya melaju ke Puncak, lalu menurun hingga tempat finish di GOR Pajajaran, Kota Bogor yang disambut panitia Bogor, Dispora Kota Bogor, Explore Bogor, dan lain-lain.

Di tempat finish dilakukan kegiatan pembagian medali dan doorprize. Kegiatan bersepeda bersifat race dengan menggunakan apilkasi strava, waktu tercepat yang lebih dulu tiba di tempat finish. Semua peserta yang mencapai finish sebelum jam 19.00 WIB mendapatkan medali finisher.

“Ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan dan semoga nantinya ke depan akan berskala Nasional, sepertinya halnya Tour de Pangandaran (TDP) yang sudah digelar 10 kali oleh pegiat sepeda daerah Tasikmalaya,” tutur Windu Mulyana, salah satu tim panitia asal Bandung,

Menutup pembicaraan, Aris Yunanto selaku Ketua Panitia Bandung menambahkan bahwa kegiatan tersebut akan menjadi agenda tetap Dispora Bandung dan Bogor, dan tahun depan rencana rutenya akan dibalik Bogor – Bandung, selanjutnya kembali Bandung – Bogor, begitu seterusnya.

Salam sehat, semangat, dan selalu bersepeda. Tetap menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan. Selalu bersepeda dengan bijak, tertib, dan beretika. Semoga pandemi segera sirna.

Salam boseh dan go green! (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik)***

.

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: