METRUM
Jelajah Komunitas

Ingin Hidup Berdampingan dengan Damai, Antar Selat Seharusnya Saling Menghormati

TAIWAN, ROC – Hari Nasional ke-109 dirayakan tepat pada 10 Oktober 2020 di alun-alun Istana Kepresidenan. Adapun pidato Presiden Tsai Ing-wen kali ini mengambil tajuk “Menyatukan Taiwan, Percaya Diri Melangkah Maju ke Depan”. Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa saat ini keadaan demokrasi, perdamaian dan kemakmuran di kawasan Hindia Pasifik tengah menghadapi tantangan yang sangat keras, seperti dilansir dari RTI.

Negara-negara yang berada dalam kawasan juga menggunakan beragam cara untuk memastikan keamanan dan sistem asas demokrasi yang dianut, sehingga terus memberikan pengaruh terhadap perkembangan yang ada. Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan jika kondisi yang ada saat ini hendaknya dijadikan sebagai sebuah latihan, dan menjadi salah satu bagian dari sejarah perjalanan demokrasi, bersikap teguh dalam menjaga dan mempertahankan demokrasi dengan prinsip tidak melakukan perubahan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Akan tetapi, strategi yang dipergunakan boleh lebih fleksibel dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. Saat ini, semua instansi juga telah membentuk satuan yang berdiri di garis yang terdepan, bahkan melalui standar minimal yang ada, sehingga mampu menggengam masa depan secara pasti, agar tidak menjadi korban arus trendi yang belum tentu benar, dan bahkan berkemungkinan juga mempengaruhi masa depan nasib manusia. Berkenaan dengan pidato yang belum lama ini disampaikan oleh pimpinan Daratan Tiongkok Xi Jin-ping di PBB, Presiden Tsai Ing-wen berharap hal tersebut dapat berkembang menjadi dimulainya perubahan menuju arah yang positif.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Saya perhatikan, pimpinan yang ada di seberang sana, belakangan ini dalam video konferensi dalam rapat PBB, secara terbuka mengatakan bahwa Daratan Tiongkok selamanya tidak ingin disebut mendominasi, tidak ingin memperluas, tidak berharap memiliki kekuasaan dengan batasan beruang lingkup tertentu. Negara-negara yang ada di dalam kawasan, juga seluruh dunia, sangat mengkhawatirkan sikap dominasi dan perluasan kekuasaan dari Daratan Tiongkok. Kami berharap, hal ini dapat menjadi sebuah langkah awal untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih poisitif.”

Dalam menghadapi hubungan antar selat, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan jika pihak Beijing benar-benar mendengarkan suara Taiwan, merubah tata cara dan sikap dalam menyelesaikan masalah antar selat, menjalin komunikasi yang baik dan damai dengan pihak Taiwan, maka diyakini akan mampu merubah kondisi ketegangan yang ada di dalam kawasan.

Presiden Tsai Ing-wen menekankan bahwa Taiwan tidak ingin melakukan pelanggaran, dan akan berpegang teguh kepada prinsip yang ada, mempertahankan status-quo dengan stabil, agar kedua belah pihak dapat bersama-sama menikmati keuntungan. Namun tentu saja, hal ini bukan serta merta hanya menjadi tanggung jawab sepihak Taiwan saja, melainkan tanggung jawab dari kedua belah pihak.

Ia kembali menyerukan agar kedua belah pihak antar selat dapat saling menghormati, bersama mewujudkan sebuah komunikasi yang berarti. Presiden Tsai Ing-wen menegaskan bahwa ini adalah kehendak dari rakyat Taiwan, juga merupakan kesepahaman baik dari partai berkuasa maupun partai oposisi.

Berkenaan dengan masalah keamanan nasional, dalam kata sambutannya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan jika bersikap lemah tidak akan mampu mendatangkan perdamaian, dan hanya dapat melalui persiapan yang penuh bagi diri sendiri, kebulatan tekad dalam menjaganya, barulah benar-benar dapat memastikan keamanan Taiwan dan perdamaian kawasan.

Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan dengan memperkuat dan memodernisasi pertahanan keamanan nasional, menurunkan ancaman akan peperangan, adalah prinsip yang kini tengah dijalankan dalam program keamanan nasional.

Adapun gangguan-gangguan yang terjadi belakangan ini, kondisi Selat Taiwan juga menjadi memanas, namun pihak satuan angkatan bersenjata nasional telah memiliki data informasi yang lengkap dan langkah antisipasinya, sehingga mampu mengemban tugas mempertahankan negara, dimana semua ini adalah dukungan yang besar terhadap kedaulatan sebuah negara dan kebebasan berdemokrasi.

Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan sekalipun kondisi Selat Taiwan terus menghadapi berbagai gangguan dan ancaman, namun Taiwan akan tetap melakukan perbaikan di bidang pertahanan nasional, dengan melakukan modernisasi perlengkapan alutsista, meningkatkan kekuatan tempur yang ada. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: