METRUM
Jelajah Komunitas

Jumlah Kasus Kematian COVID-19 Capai 5 Juta orang di Seluruh Dunia

TAIWAN, ROC – Merujuk kepada data statitik yang dimiliki Reuters, sehubungan dengan jumlah kasus kematian akibat serangan virus COVID-19 dan jumlah populasi yang ada di seluruh dunia, maka perbandingan yang kini ada adalah dalam kurun waktu 1 hari, dapat mencapai 500 kasus kematian akibat COVID-19. Adapun warga yang belum menerima vaksin terkait COVID-19, maka daya tahan kekebalan tubuh terhadap serangan virus juga akan semakin tidak berdaya, terlebih-lebih jenis virus yang menyerang adalah virus bermutasi varian jenis Delta.

Virus mutasi jenis varian Delta ini tercatat telah merebak baik di negara maju yang dikategorikan negara dengan berperekonomian baik, maupun negara yang belum berkembang atau negara dengan kondisi perekonomian miskin. Namun tentu saja masih ada jeda yang sangat besar di antara ke duanya. Selain itu, ada sebagai negara-negara di kawasan barat yang meragukan khasiat vaksinasi yang ada, sehingga turut memperburuk situasi penularan yang ada.

Adapun jumlah kasus kematian yang dilaporkan dalam kurun waktu 7 hari terakhir, jumlah rata-rata kasus kematian yang terbanyak, hampir setengahnya adalah negara Amerika, Rusia, Brasil, Meksiko dan India.

Sehubungan dengan hasil analisa yang dilakukan oleh Reuters, seperti dilansir dari RTI, meskipun jumlah kasus kematian COVID-19 yang ada di dunia telah mencapai angka lebih dari 2,5 juta orang hanya dalam waktu 1 tahun, namun kini hanya hanya membutuhkan waktu 8 bulan, kasus kematian akibat COVID-19 telah mendobrak 2,5 juta orang.

Merujuk kepada hasil laporan dari berbagai instansi kesehatan yang ada di seluruh dunia, setiap harinya, rata-rata jumlah kasus kematian mampu mencapai 8 ribu orang, dengan kalkulasi 5 orang meninggal setiap menitnya. Meskipun demikian, dalam beberapa waktu terakhir ini, angka kasus kematian di seluruh dunia memang menunjukkan adanya penurunan.

Beberapa waktu terakhir ini, ada yang mulai memperhatikan isu akan kesenjangan sosial dalam hal vaksin yang dapat diperoleh jika membandingkan perekonomian sebuah negara. Banyak negara yang maju dengan perekonomian yang baik, maka akan mudah mendapatkan vaksin dan bahkan kebutuhan vaksin untuk tahapan berikutnya. Tetapi tidak sedikit negara miskin di dunia, untuk penyuntikkan vaksin dosis pertama saja bagi warga negaranya masih belum mampu mereka terima.

Melihat situs “Our World in Data” yang dimiliki oleh Universitas Oxford, hingga kini masih terdapat setengah dari jumlah total populasi di dunia yang belum mendapatkan setidaknya 1 dosis vaksin.

Sementara itu, pihak Organinasi Kesehatan Sedunia atau WHO menjelaskan bahwa untuk mendapatkan vaksin COVID-19, maka dapat menggunakan sistem yang telah dtentukan yakni platform COVAX, yang mana akan turut mempertimbangkan mendahulukan negara-negara yang memiliki cakupan vaksinasi terendah yang ada. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: