METRUM
Jelajah Komunitas

Lutsenko Juara Umum Giro di Sicilia 2023

GIARRE, SICILIA ITALIA (METRUM) – Jago tanjakan Alexey Lutsenko (30) asal Kazakstan tampil solid di rute tanjakan etape IV (terakhir) balap sepeda Giro di Sicilia edisi ke-5/2023 Italia Jumat (14/4/2023). Pembalap andalan tim Astana Qazaqstan ini solo break di medan tanjakan yang menjadi kunci merebut kemenangan etape IV sejauh 216 km sekaligus menjadi juara umum Giro di Sicilia 2023 yang berakhir di Giarre, pulau Sicilia – Italia.

Sukses ini menjadi penyemangat bagi tim Astana yang sejak awal musim 2023 baru mampu meraih satu kemenangan melalui Simone Valasco bulan Februari lalu sehingga posisi tim pro divisi 1 asal Kazakstan ini terpuruk di rangking bawah rangking tim pro tour divisi 1 bersama tiga tim lainnya asal Prancis yaitu AG2R –Citroen, Arkea Samsic dan Groupama-FDJ.

Lutsenko pemegang medali emas “Road Race” Asian Games 2018 di Subang Indonesia finis sendirian terdepan di etape IV tanpa lawan dengan waktu tercepat 5 jam 29 menit 50 detik, posisi kedua Louis Meintjes (Intermarche/Afsel) + 40 detik dan ketiga Vincenzo Albanese ( Eolo Kometa/Italia) + 1 menit 13 detik.

Di klasemen umum, Lutsenko (Astana) menjadi juara umum merebut kaus merah lambang juara Giro di Sicilia 2023 dengan keunggulan 44 detik atas runner up Louis Meintjes (Intermarche) dan ketiga Vincenzo Albanese (Eolo Kometa/Italia) + 1 menit 7 detik. Pemegang kaus merah sebelumnya Finn Fisher Black (tim UAE Emirates/Australia) turun ke urutan keempat klasemen + 1 menit 7 detik.

“Ini kemenangan penting bagi saya dan tim Astana, memenangi satu etape dan jadi juara umum Giroi di Sicilia, karena tim kami terpuruk tahun 2022 dan bagi saya pun sudah lebih setahun tanpa meraih kemenangan. Saya amat gembira dan semoga performa tim bisa lebih baik lagi memasuki musim panas hingga akhir tahun 2023,” ungkap Alexey Lutsenko.

Untuk meningkatkan performa di rute datar melalui adu sprint, tim Astana musim ini merekrut sprinter veteran Inggris Mark Cavendish pemenang 34 etape Tour de France menyamai rekor Eddy Merckx.

“Kami merekrut Cavendish untuk memperkuat peluang menang sprint di lomba rute datar maupun etape di lomba Tour.Untuk menunjang Cavendish kami juga berupaya memperkuat formasi tim dengan merekrut pembalap yang tangguh rute datar untuk membantu Cavendish memenangi sprint,” demikian dikatakan direktur tim Astana, Stefano Zanini.

Tim Astana musim ini kehilangan dua andalanya Vincenzo Nibali (Italia) yang pensiun dan jago tanjakan Angel Lopez (Kolombia) yang pindah ke tim pro divisi 2 di negaranya Kolombia.

Sejauh ini rekrutment Cavendish belum memberi hasil memuaskan bagi tim Astana karena dalam adu sprint berbagai lomba yang diikuti Cavendish termasuk di Giro di Sicilia kalah bersaing pada dua etape datar. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.