METRUM
Jelajah Komunitas

Mengundang Kerumunan, McDonald Disegel

BANDUNG – Satuan Pamong Polisi (Satpol PP) Kota Bandung yang merupakan bagian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung menyegel tiga outlet restoran cepat saji McDonald, di Buahbatu, bundaran Cibiru, dan Kopo Mas.

Berdasarkan laporan dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkat kewilayahan, Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi menyampaikan, outlet McDonald di Istana Plaza, Pasirkaliki, ditutup sementara. Juga dilakukan pembu baran kerumunan di delapan outlet lainnya, yakni di Jalan Gatot Subroto, Jalan Soekarno-Hatta, Summarecon, BIP, BEC, King Plaza, Setiabudhi pada hari yang sama, Rabu (9/6/2021).

Rasdian menyebutkan, pembubaran, penutupan sementara, maupun penyegelan merupakan penindakan atas kerumunan yang terjadi di sejumlah outlet tersebut.

“Berdasarkan peraturan, sanksi penyegelan maupun penutupan sementara berlaku 14 hari serta denda Rp500.000,” ucap Rasdian.

Menurut Rasdian, penindakan merespons pengaduan masyarakat. Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kota maupun kewilayahan, bergerak pada pukul 12.00-15.00.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi menambahkan, pihaknya memanggil pengelola restoran cepat saji tersebut untuk meminta keterangan lebih lanjut. Pihaknya juga menjatuhkan sanksi denda dan penghentian kegiatan untuk sementara.

“Tentu, ada konsekuensi atas pelanggaran ini. Kami tengah meminta keterangan. Mungkin, kami bakal mengenakan sanksi sesuai amanat Perwal PSBB,” ucap dia.

Merujuk keterangan pengelola, Idris mengemukakan, Rabu (9/6/2021) merupakan hari pertama peluncuran edisi khusus paket makanan yang berkolaborasi dengan boyband asal Korea Selatan. Pihak pengelola sepakat menghentikan sementara waktu promosi, maupun edisi spesial tersebut.

Kota Cimahi

Di Cimahi, demam menu baru BTS Meal juga menyebabkan lautan pengemudi ojek online (ojol) maupun warga antre di restoran cepat saji McDonald, persimpangan Jalan Jenderal Amir Mahmud-Sangkuriang, Kota Cimahi, Rabu (9/6/2021).

Membeludaknya antrean ojol menimbulkan kerumunan yang berpotensi terjadi penyebaran Covid-19. Pesanan menu tersebut hanya bisa diakses melalui aplikasi pesan makanan online maupun layanan drive thru. Hal itu yang menyebab kan pengemudi ojol ramai-ramai mendatangi resto cepat saji tersebut.

Tim Satgas Covid-19 Kelurahan Padasuka bersama Kecamatan Cimahi Tengah langsung turun ke lapangan untuk menertibkan massa. Pasalnya, antrean ojol semakin tak terkendali karena aplikasi resto tersebut masih menerima pesanan meski sudah membeludak.

Kondisi tersebut turut memicu kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Para pengendara ojol memarkir kendaraan di trotoar hingga bahu jalan karena area parkir resto sudah tak mampu menampung kendaraan.

Lurah Padasuka Ajat Sudrajat mengatakan, pihaknya turun ke lapangan setelah mendapat informasi terjadi
kerumunan. “Kami dari Satgas Kelurah an Padasuka bersama Kecamatan Cimahi Tengah hingga aparat kepolisian turun ke lokasi karena terdeteksi adanya kerumunan,”ujarnya.

Saat diselidiki, ternyata ada kerumunan di restoran cepat saji. “Ada menu yang baru dirilis. Ada 500 orderan, yang datang 810 orderan. Alhamdulillah, kerumunan akhirnya bisa diatasi,” ujarnya. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: