2020, Gerakan Pesepeda Bandung Raya di Masa Pandemi
Gerakan Bersepeda di Kota Bandung dari Masa ke Masa (bagian 12)
PADA akhir tahun 2019, Negeri Tiongkok dilanda sebuah wabah penyakit yang kemudian disebut Covid-19. Memasuki 2020, penyebarannya begitu cepat meluas hampir ke seluruh dunia termasuk beberapa wilayah di Indonesia yang diperkirakan mulai mewabah sekitar bulan Maret.
Covid-19 atau CORONA virus disease 2019 (Penyakit koronavirus 2019) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penyakit ini mengakibatkan pandemi. Penderita Covid-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas.
Dunia pun tersentak, banyak negara yang kemudian memberlakukan lockdown yaitu penutupan akses wilayah secara total guna membatasi mobilitas dan memutus rantai penularanya dan berbagai kota atau daerah memberlakukan distancing sosial atau pembatasan interaksi sosial terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Sejak itu, dunia pun dilanda kesulitan, hampir segala sektor kehidupan terganggu terutama sector ekonomi dan sosial. dan berbagai aktivitas pun terhenti atau mengalami penurunan.
Tak terkecuali, wabah virus ini juga membuat resah para pesepeda, khususnya pegiat sepeda di Bandung Raya. Berbagai kegiatan atau event bersepeda dibatalkan atau ditangguhkan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Beberapa bulan sebelum menyadari akan adanya kondisi tersebut, berbagai kegiatan bersepeda masih berjalan seperti biasa baik bersepeda yang bersifat regular, event, atau pun gerakan.
Pada Januari, Greeners.co menggelar dua hajatan dengan melibatkan pesepeda yaitu Sampurasun Series edisi “Aman di Jalan Raya” di Work Café, menghadirkan B2W Indonesia dan Tim Less Waste Waste dalam moment Tahura Trail Run di Tahura Juanda, Dago.
Memasuki Februari, beberapa pesepeda terlibat dalam kegiatan aksi GPS sepanjang bantaran rel kereta api Cikuda Pateuh hingga stasiun Bandung yang dilakukan oleh komunitas peduli aman perlintasan kereta api bernama Edan Sepur.
Metrum radio bekerja sama dengan Bersepeda itu Baik (Beib) membuat program talk show komunitas khusus dunia sepedaan bertajuk Republik Boseh dengan penulis didaulat menjadi pengelola dan pemandunya. Perdana menghadirkan dari Bina Transportasi Dishub Kota Bandung, mengusung tema Program Transportasi Ramah Lingkungan.
Perwakilan Forkom Bandung Raya (FBR) 2019 mengadakan dua pertemuan yaitu bersama DPKLTS dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, membahas tentang program Tanggap Bencana Jabar Juara (TBJJ)
Saat covid-19 mulai mewabah pada Maret dan pemerintah memutuskan untuk lock down dan pembatasan interaksi sosial, Republik Boseh yang baru berjalan 3 eposide dihentikan, program TBJJ tidak dilanjutkan, dan sejumlah agenda kegiatan bersepeda ditunda serta dibatalkan.
Meski tak sedikit yang kurang memperdulikan atau tidak menyadari apa yang tengah terjadi, sebagian besar pesepeda Bandung Raya mengikuti anjuran pemerintah, banyak diantara mereka tetap melakukan aktivitas saat #stayathome seperti jualan online, bekerja di rumah, menulis, berolahraga di rumah, dan berinteraksi melalui media sosial (medsos), aplikasi chat, dan apilkasi daring atau meeting.
Di masa pembatasan sosial bulan April, beberapa komunitas pesepeda seperti Doclo, BCC RSHS dan CLB melakukan silaturahmi antar anggotanya melalui pembuatan vidio olahraga bersama, games atau challenge.
GBB menjadi salah satu komunitas sepeda yang mengeluarakan tautan twibbonize kampanye Lawan Covid-19, Saya Siap Memutus Rantai Penyebaran Virus Corona, Stay At Home dengan tagar #kitayakinbisa yang dibagikan dimedsos
Sementara Metrum media bersama Beib menggelar pembuatan vidio Suara Pesepeda Bandung Raya Lawan Corona, sekitar 20 komunitas menyuarakan yang mana vidio dan audionya di tayangkan di Youtube dan Radio Metrum.
Tak hanya itu, beberapa komunitas melakukan aksi donasi masa pandemi diantaranya FBI, CLB, Boseh Smanov, Hotel – Hotel Cycling Community (H2CC), PCC, Norch Bandung, dan Pelajar Nyasab.
Sedikit berbeda dengan lainnya, seorang anggota Bike to Campus (B2C) Bandung menghibahkan sepeda miliknya dan sejumlah uang kepada seorang anggota komunitas pesepeda Pelajar Nyasab yang disalurkan melalui penulis bersama owner Rumah Sahabat Bahagia (RBS) RW. 05 Sukagalih, Sukajadi.
Dalam rangka hari jadinya yang ke-9, pada Mei FBI menyelenggarakan lomba vidio #stayathome dan FGD melalui zoom meeting mengusung tema Aktivitas Aman Saat Pandemi, menghadirkan Aki Niaki dan Endi Nila Kandi.
Sementara Ce’es Beurat menggelar tahsin Qur’an melalui voice note WA yang dipandu salah satu anggotanya yang berprofesi sebagai da’i.
Memasuki Juni, saat dilonggarakannya pembatasan sosial, sebagian pesepeda termasuk penulis lebih memilih bersepeda mandiri menghindari pandemi.
Menariknya, terjadi fenomena dimana ribuan masyarakat bersepeda memenuhi jalan-jalan perkotaan dan trek-trek sepeda terutama di akhir pekan, mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua tumplek dan berseliweran di jalan-jalan. sehingga menjadi perhatian serius dari banyak pihak.
Selain itu, bermunculannya komunitas sepeda baru terutama pegiat sepeda lipat (seli) dengan namanya sesuai merk seli. Ada juga dengan nama Rukun Warga (RW) atau nama komplek perumahan dimana para pesepedanya tinggal. Selebihnya komunitas pesepeda perempuan susuai usia anggotanya , dari mamah muda, emak – emak, hingga lanjut usia.
Pemkot bersama Forkom Bandung Raya menghidupkan kembali jalur sepeda dan membuat lajur sepeda pop up (sementara). GBB menggelar bersepeda keliling kota sambil kampanye dan edukasi pesepeda tertib berlalulintas, bersepeda berbaris berbagi jalan dengan pengguna jalan lain, mematuhi peraturan lalu lintas dan penerapan protokol kesehatan bersepeda.
Dengan diinisiasi oleh WAG Marshall Cycling Bandung, sejumlah pesepeda dari berbagai komunitas pesepeda se-Bandung Raya melakukan kegiatan kampanye dan edukasi pesepeda “stop menerobos lampu merah” di perempatan Jalan Ir. H. Juanda (Dago) – Cikapayang Kota Bandung.
Aksi spontanitas tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah kota, dalam hal ini dishub, yang kemudian menjadikan kegiatan kampanye dan edukasi protokol kesehatan dan protokol tertib berlalulintas menjadi program rutinas yang terkelola atau terorganisir dengan mendapat dukungan pemerintah, dan memunculkan sebuah program bertajuk SIKASEP TERLALU (Silaturahmi dan Koordinasi Kampanye Pesepeda Tertib. Perdana dilaksanakan pada Minggu pertama bulan Juli.
Meski ditengah sedikit keraguan karena pandemi, FBR bisa melaksanakan kegiatan shooting vidio Wisata Sepeda Heritage oleh Metro TV untuk program Joerney.
Pada Agustus, melalui chanel youtube, Roda Ria menggelar kegiatan program BikEdukasi yang kelima bertema Merdeka Bersepeda Keliling Dunia menghadirkan Hakam Mabruri.
Di September, Republik Boseh kembali mengudara berjalan sebanyak 19 episode hingga Desember awal. FBR bersama Dishub, B2W Indonesia, dan Masyarakat Transportasi Jabar menghadiri Uji Publik Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Pedoman Teknis Keselamatan Bersepeda oleh Kemenhub di Bandung. Portal Sepeda (PS) Indonesia menggelar talkshow legenda pembalap nasional, Abah Tarwi.
Selama Nopember, FBR terlibat dalam FGD Gerakan Bersepeda dan Sosialisasi Permenhub No.59 Tahun 2020 di Hotel Arion Swiss yang digelar dishub, tim kajian survey jalur sepeda oleh dishub dan B2W Indonesia, serta peresmian Rumah Sepeda Indonesia (RSI) B2W Indonesia di Work Café Jalan Sumbawa oleh Greeners.co. Sementara, penulis dengan ikon Beib menjadi narsum podcast PS Indonesia bertema Spirit Membangun Budaya Bersepeda.
Memasuki Desember, Dishub menggelar FGD Perencanaan Lajur Sepeda di Kota Bandung di Hotel Grandia Jalan Cihampelas dengan melibatkan FBR dan FGD Pembinaan Kampanye di Putri Gunung Hotel Lembang yang pesertanya adalah komunitas gerakan, diantaranya komunitas sepeda yaitu B2W Bandung, GBB, Pelajar Nyasab, dan Roda Ria.
Sekitar 26 komunitas sepeda lipat (seli) yang tergabung dalam FBR mengikuti FGD Sosialisasi Program Bus for Bike oleh Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI) di kantor Jalan Soekarno – Hatta.
Mari #biketokamanawae untuk perjalanan pendek sekalipun, bersepeda tetap menjadi pilihan yang baik selama dilakukan dengan bijak, tertib, dan beretika. Karena pada akhirnya, bersepeda itu baik. Salam boseh dan go green! (Cucu Hambali, “Bersepeda itu Baik /Beib”, Spirit membangun budaya bersepeda).*** (Bersambung)
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.