Parah! Lampu Merah di 5 Persimpangan Bandung Raib Dicuri, Dishub Terpaksa Pakai Pengaturan Manual
KOTA BANDUNG (METRUM) – Aksi nekat pencurian fasilitas publik meneror persimpangan vital di Kota Bandung. Sejumlah perangkat traffic light (lampu lalu lintas) di lima titik lokasi dilaporkan raib digondol maling. Menanggapi situasi yang membahayakan ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menerjunkan petugas untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara manual.
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengungkapkan bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena perangkat yang dicuri harus dirakit kembali dari awal.
“Masih proses. Itu perlu dirakit lagi. Minimal kita seminggu untuk merakitnya lagi,” ujar Rasdian di Balai Kota Bandung, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan inventarisasi Dishub, lima titik yang menjadi sasaran pencurian tersebar di wilayah strategis, di antaranya kawasan PT INTI dan Simpang Patung Ikan (Kecamatan Regol), Jalan Pungkur, persimpangan Tamblong-Naripan, serta kawasan Puteran Sunda.
Tak tinggal diam atas tindakan kejahatan yang merugikan publik tersebut, Dishub telah melayangkan laporan resmi ke pihak kepolisian.
“Kita sudah melakukan laporan pengaduan ke kepolisian. Mudah-mudahan ditindaklanjuti,” katanya.
Selagi proses perakitan berjalan, Dishub mengagendakan penyiagaan personel dari Bidang Pengendalian Operasional (Dalop) untuk mengatur arus kendaraan secara manual, khususnya pada jam-jam sibuk.
“Untuk yang waktu dekatnya kita terpaksa di pengaturan manual dulu, menggunakan tenaga orang. Jam sibuk pagi sudah diatur oleh Bidang Dalop, nanti ada petugas di situ,” jelas Rasdian.
Rasdian sangat menyesalkan ulah oknum tidak bertanggung jawab tersebut. Menurutnya, alat pengatur lalu lintas didirikan demi keselamatan bersama, bukan untuk dijarah.
“Sebetulnya tidak perlu lah diadakan seperti itu, karena ini untuk keselamatan,” tegasnya.
Ia pun menggarisbawahi besarnya potensi kecelakaan, terutama pada malam hari ketika petugas sudah selesai berjaga sementara traffic light mati total.
“Apalagi malam hari, khawatir kalau tidak ada traffic light. Yang dari utara, selatan, timur, barat nanti kalau tidak traffic light suka dulu-duluan,” kata Rasdian mengkhawatirkan potensi benturan kendaraan di persimpangan.
Guna mencegah memburuknya kemacetan dan risiko kecelakaan, Dishub berkomitmen mempercepat proses perakitan kembali perangkat traffic light agar dapat beroperasi normal dalam kurun waktu satu minggu. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.