METRUM
Jelajah Komunitas

Peringati Bulan Kesadaran Kanker Payudara, RSUD Cibabat Tekankan Doa dan ‘Positive Thinking’ dalam Pengobatan

CIMAHI (METRUM) – Memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara se-Dunia (Pink October), Komunitas WAG Sehat berkolaborasi dengan Poli Bedah Onkologi dan Kemoterapi RSUD Cibabat Kota Cimahi menggelar aksi edukasi dan kebersamaan pada Jumat (23/10/2026).

Rangkaian acara diawali dengan senam pagi bersama di halaman Gedung D RSUD Cibabat, Jalan Jenderal Amir Mahmud, Kota Cimahi. Sekitar 50 peserta yang terdiri dari para warrior, survivor (penyintas) kanker payudara, hingga tenaga medis tampak antusias bergerak bersama, lalu dilanjutkan dengan sarapan dan sesi motivasi di Gedung E.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu perwakilan komunitas, Dinning Istianti, membagikan motivasi mengenai pentingnya menjaga kedamaian pikiran dan optimisme sebagai fondasi utama dalam menjalani masa pengobatan.

Ikhtiar Medis Wajib Dibingkai Doa

Puncak acara diisi dengan pembekalan edukasi kesehatan oleh spesialis bedah onkologi RSUD Cibabat, dr. Rian Robian, Sp.B., Subsp.Onk(K), FINACS, FICS. Dalam pemaparannya, dr. Rian mengingatkan agar para pasien menyandarkan seluruh proses pengobatan medis pada kekuatan doa dan ketawakalan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Merujuk pada Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186, dr. Rian menegaskan bahwa pintu kesembuhan selalu terbuka lebar bagi hamba yang memohon dengan penuh keimanan.

“Nah, ibu minta sama Allah, pasti Allah kabulkan. Ibu ingin sembuh? Pasti Allah kabulkan. Tapi ada syaratnya, ‘Falyastajibu lii walyu’minuu bii la’allahum yarsyuduun’—berdoalah kepada-Ku, berimanlah kepada-Ku, kerjakan yang Aku perintahkan, dan hindari larangan-Ku. Sederhana. Insya Allah ibu sehat lagi semua,” ujar dr. Rian.

Semarak ‘pink October’ di RSUD Cibabat: Senam bersama (Foto: Wulan).*

Ia menggarisbawahi bahwa penanganan medis dan fasilitas rumah sakit hanyalah sarana ikhtiar fisik di dunia, sementara penentu akhir kesembuhan adalah Sang Pencipta.

BACA JUGA:  Program Bangsawan Jemput Bola, Warga Antusias Vaksinasi Hewan Gratis

“Bukan rumah sakit, bukan dokter Rian, bukan dr adhi, bukan perawat yang menyembuhkan. Kembalikan ke Allah. Minta ke Allah, disembuhkan dengan perantaraan usaha ikhtiar dunia. Jadi usaha ikhtiar harus dibingkai dengan doa. Setelah itu, tawakal apa pun yang Allah berikan,” tambahnya.

Dorong Penyintas Jadi Agen Deteksi Dini

Tak hanya soal aspek spiritual dan medis, dr. Rian juga mendorong para penyintas untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubah di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Keberanian memeriksakan diri sejak dini menjadi kunci vital pencegahan kanker stadium lanjut.

“Gunakanlah sisa hidup kita ini agar berkah dan bermanfaat buat orang lain. Apa salah satu caranya? Ibu terangkan ke anak keturunan ibu, kalau ada benjolan di payudara, berobatlah sedini mungkin,” pesan dr. Rian.

Rangkaian perayaan peringatan Bulan Kesadaran Kanker Payudara se-Dunia di RSUD Cibabat ini ditutup dengan doa bersama serta ucapan selamat dan harapan agar seluruh keluarga besar RSUD Cibabat dan para pasien senantiasa dilimpahi kesehatan. (Rejeki Wulandari)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.