Diskominfo Kota Bandung Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan Disinformasi Digital
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota Bandung menyoroti besarnya tantangan penyebaran hoaks, disinformasi, hingga penipuan digital di tengah tingginya aktivitas masyarakat di ruang siber. Karena itu, generasi muda didorong menjadi garda terdepan dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan produktif.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Andri Darusman dalam Workshop Sohib Berkelas yang digelar Direktorat Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2026.
Andri menilai, perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah pola komunikasi, pembelajaran, hingga pembentukan opini publik masyarakat. Ruang digital kini bukan lagi sekadar sarana komunikasi, melainkan telah menjadi ruang edukasi, ekonomi, hingga pertahanan informasi nasional.
“Kota Bandung memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekosistem digital nasional. Bandung dikenal sebagai kota pendidikan, teknologi, dan kreativitas dengan dominasi generasi muda yang aktif di ruang digital,” ujarnya.
Menurut Andri, tingkat penetrasi internet di Kota Bandung terus meningkat signifikan. Berdasarkan data APJII, penetrasi internet di Bandung mencapai lebih dari 70 persen pada 2024 dan melonjak menjadi sekitar 85 persen pada 2025.
Capaian tersebut turut mengantarkan Kota Bandung meraih skor tertinggi nasional pada Penghargaan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 kawasan Indonesia Barat dengan nilai 64,77.
Meski demikian, tingginya aktivitas digital juga memunculkan ancaman serius berupa hoaks, ujaran kebencian, hingga penipuan daring. Karena itu, Andri menegaskan pentingnya penguatan literasi digital di tengah masyarakat.
“Literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, memahami etika digital, dan menggunakan media sosial secara bijak,” katanya.
Ia juga menekankan peran strategis generasi muda sebagai agen perubahan di ruang digital.
“Generasi muda harus menjadi penyebar informasi positif, kreator konten edukatif, sekaligus benteng melawan hoaks,” tegasnya.
Melalui Workshop Sohib Berkelas, Pemkot Bandung berharap terbangun kolaborasi antara pemerintah, komunitas, mahasiswa, konten kreator, dan masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan berdampak positif.
“Di era digital saat ini, menjaga persatuan bangsa tidak hanya dilakukan di medan fisik, tetapi juga di ruang informasi. Tugas kita memastikan ruang digital dipenuhi narasi yang positif, cerdas, dan membangun,” pungkas Andri. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.