Dokter Ungkap 5 Sinyal Dini Kematian Mendadak yang Sering Diabaikan Saat Musim Dingin
MUSIM dingin kerap diwarnai kabar duka tentang kasus kematian mendadak yang memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, anggapan bahwa kematian tersebut terjadi tanpa tanda dibantah oleh Huang Hsuan, dokter spesialis dada dan perawatan kritis di Taiwan.
Ia menegaskan bahwa kematian mendadak sejatinya memiliki sinyal peringatan, hanya saja sering kali diabaikan karena dianggap sebagai keluhan ringan.
Melalui unggahannya, Dokter Huang Hsuan mengungkapkan bahwa pada 26 Desember 2025 lalu, ruang resusitasi dipenuhi pasien dengan kondisi henti jantung di luar rumah sakit (out of hospital cardiac arrest atau OHCA). Menurutnya, banyak dari kasus tersebut sebenarnya telah menunjukkan gejala awal.
Ia menceritakan kisah seorang pasien yang sempat menghubungi istrinya karena merasa tidak nafsu makan. Namun, saat sang istri tiba di rumah, suaminya telah meninggal dunia. Dalam kasus lain, seorang pria mengeluh tubuhnya terasa sangat lemas. Meski sempat sadar di dalam ambulans, pasien tersebut kehilangan kesadaran setibanya di unit gawat darurat dan tidak dapat diselamatkan. Sang istri hanya bisa pasrah, mengingat suaminya memiliki riwayat penyakit kanker.
Dari berbagai pengalaman tersebut, Dokter Huang Hsuan merangkum lima sinyal peringatan dini yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama saat musim dingin.
Sinyal pertama adalah kelelahan yang tidak wajar. Bukan sekadar lelah karena kurang tidur, melainkan rasa lemas berlebihan meski sudah beristirahat cukup, hingga aktivitas ringan terasa sangat berat. Kondisi ini dapat menjadi tanda awal jantung kekurangan oksigen.
Kedua, rasa sesak di dada tanpa disertai nyeri. Sensasi seperti ditekan benda berat atau napas terasa tertahan sering disalahartikan sebagai gangguan lambung, padahal bisa menjadi tanda gangguan aliran darah ke jantung akibat penyempitan pembuluh darah di cuaca dingin.
Sinyal ketiga adalah jantung berdebar disertai keringat dingin, terutama saat bangun tidur atau ketika ke kamar mandi di malam hari. Kondisi ini menandakan sistem saraf bekerja berlebihan dan irama jantung mulai tidak stabil.
Keempat, muncul rasa pusing atau pandangan tiba-tiba menggelap. Ini bukan sekadar tekanan darah rendah, melainkan indikasi bahwa jantung sesaat gagal memompa darah yang cukup ke otak.
Kelima, perubahan pola tidur secara drastis. Seseorang bisa tiba-tiba sulit tidur nyenyak, sering terbangun dengan jantung berdebar, yang berkaitan dengan ketidakseimbangan saraf otonom dan meningkatnya risiko gangguan irama jantung.
Dokter Huang Hsuan menjelaskan bahwa suhu dingin dapat membuat darah lebih kental dan pembuluh darah menyempit, sehingga beban kerja jantung meningkat. Risiko menjadi lebih besar pada orang dengan hipertensi, diabetes, atau kebiasaan merokok.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menenangkan diri dengan alasan usia atau cuaca semata. Menurutnya, kematian mendadak kerap dianggap kejam bukan karena datang tiba-tiba, melainkan karena tanda-tandanya terlalu halus hingga diabaikan.
“Jika tubuh terasa tidak biasa, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri,” pesannya, seperti dilansir dari RTI. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.