Gojlok Kualitas Sekolah, Kabupaten Bandung Disuntik Bantuan Revitalisasi Rp137 Miliar dari Kemendikdasmen
KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Bandung mendapat suntikan segar. Sebanyak 192 sekolah negeri dan swasta di wilayah ini memperoleh kucuran bantuan revitalisasi senilai Rp137 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung program revitalisasi infrastruktur sekolah serta digitalisasi pembelajaran. Menurut KDS, intervensi anggaran dari pemerintah pusat ini sangat krusial mengingat keterbatasan APBD daerah. Dari sekitar 1.600 sekolah di Kabupaten Bandung, hampir 95 persen di antaranya memerlukan perbaikan.
“Kalau mengandalkan uang APBD, jujur saat ini tidak mampu,” tegas KDS saat menghadiri Open House Sekolah Hasil Revitalisasi dan Penerima PID (Digitalisasi Pembelajaran) di SMPN 2 Cicalengka, Jumat (16/10/2026).
Khusus di SMPN 2 Cicalengka, kucuran bantuan difokuskan pada perbaikan tujuh unit ruang belajar, pembangunan dua ruang kelas baru (RKB), serta fasilitas sanitasi. KDS berharap pembenahan fisik ini diimbangi dengan perawatan fasilitas yang berkelanjutan agar kenyamanan belajar siswa tetap terjaga.
Sinergi MBG, Literasi Digital, dan Antibullying
Selain pembenahan fisik, KDS turut menyoroti pentingnya penyiapan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui pemenuhan gizi lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemanfaatan teknologi secara bijak.
“Indonesia Emas 2045 itu tidak bisa dibentuk hanya dalam kata-kata. Bagaimana kita bisa cerdas kalau tanpa asupan makanan yang bergizi?” ujar KDS.
Terkait digitalisasi, ia mengingatkan para guru dan siswa untuk memperkuat literasi digital agar terampil memverifikasi kebenaran informasi. Di samping itu, KDS juga mendorong penguatan program “Sapa Bedas” guna mempererat ikatan kekeluargaan antar-warga sekolah demi mengikis potensi perundungan (bullying).
“Jangan sampai kita salah menafsirkannya. Sumber-sumbernya tetap harus kita pegang. Apabila sudah saling dekat mengenal, maka akan tumbuh rasa kecintaan dan kekeluargaan. Tidak akan terjadi lagi bullying,” kata KDS menambahkan.
Dampak positif dari revitalisasi ini dirasakan langsung oleh peserta didik. Perwakilan siswa SMPN 2 Cicalengka, Neisa Nur Azqiya (15), mengungkapkan rasa syukurnya atas ruang belajar yang kini jauh lebih aman, nyaman, dan modern.
“Sekarang kami semua bisa belajar lebih nyaman dan semangat dengan pembelajaran interaktif digital. Sebelumnya, saya merasa kurang nyaman karena ada beberapa bangunan yang bisa membahayakan. Setelah revitalisasi, saya sangat bahagia dan lebih semangat untuk belajar,” ungkap Neisa. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.