Hotel del Salto Kolombia: Bangunan Indah dengan Sejarah Tragedi dan Kisah Mistis
DI Kolombia, Hotel del Salto dikenal bukan hanya karena keindahan lokasinya, tetapi juga karena reputasinya yang kelam. Bangunan yang kini berfungsi sebagai museum ini kerap disebut sebagai salah satu tempat paling angker di negara tersebut.
Hotel del Salto—yang secara harfiah berarti “hotel lompatan”—dibangun pada 1923 sebagai sebuah mansion mewah. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Carlos Arturo Tapias dengan gaya arsitektur Prancis yang populer pada masanya. Letaknya yang menghadap langsung ke Air Terjun Tequendama menawarkan panorama spektakuler, sekaligus menjadi sumber berbagai kisah mistis yang beredar hingga kini.
Pada akhir 1920-an, mansion tersebut dialihfungsikan menjadi hotel dan sempat menjadi destinasi favorit kalangan elite. Namun, kejayaannya tidak bertahan lama. Sejumlah tragedi mulai terjadi, termasuk tamu hotel yang diduga melompat dari jendela hingga tewas. Tercatat pula sebuah kasus pembunuhan, ketika seorang tamu wanita muda tewas dibunuh secara brutal di salah satu kamar.
Sejak saat itu, berbagai laporan penampakan mulai bermunculan. Para tamu mengaku melihat sosok-sosok misterius berkeliaran di malam hari, termasuk arwah korban pembunuhan yang disebut-sebut masih menghantui hotel.
Dalam legenda setempat, kawasan Air Terjun Tequendama dipercaya memiliki sejarah kelam sejak berabad-abad lalu. Konon, anggota suku Muisca melompat dari tebing tersebut untuk menghindari penjajahan Spanyol. Legenda menyebut mereka berubah menjadi elang dan selamat, namun masyarakat lokal percaya tidak semua berhasil, sehingga kawasan itu dianggap “terkutuk”.
Meski hotel ditutup pada 1990-an, kisah-kisah menyeramkan terus beredar. Warga sekitar mengaku masih mendengar jeritan dari bangunan kosong tersebut, ditambah seringnya longsor dan bau menyengat dari sungai yang tercemar di sekitar lokasi, yang semakin memperkuat cerita mistis.
Kini, Hotel del Salto telah direstorasi dan diubah menjadi museum budaya yang modern. Pengunjung diperbolehkan datang hanya pada jam operasional hingga sore hari, sebelum senja tiba—waktu yang menurut cerita lokal menjadi awal kemunculan para penghuni tak kasatmata. (M1-Sumber: allthatsinteresting.com)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.