METRUM
Jelajah Komunitas

Investor Siap, Proyek Tol Soreang-Ciwidey Sepanjang 20 Km Masuk Tahap Feasibility Study

KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus mematangkan rencana pembangunan Tol Soreang-Ciwidey sepanjang 20 kilometer. Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), mengungkapkan bahwa proyek infrastruktur strategis ini telah diminati oleh calon investor dan kini tengah dalam tahap penyusunan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan.

Rencana pembangunan tol ini telah diusulkan kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). Saat ini, Pemkab Bandung bersama calon investor tengah mengkaji skema pengerjaan, apakah akan menggunakan sistem unsolicited (prakarsa swasta) atau solicited (prakarsa pemerintah).

“Untuk Tol Soreang-Ciwidey apakah unsolicited atau solicited nanti akan dibahas. Tetapi kemarin kesepakatannya kita akan membuatkan dulu FS oleh pihak yang akan melakukan investasi, sehingga nanti apa hasil FS tersebut akan kita sampaikan kepada Dirjen Bina Marga sebagai tindak lanjutnya. Jadi saat ini memang sedang penjajakan,” jelas KDS di Gedung Setda Pemkab Bandung, Soreang, Rabu (9/9/2026).

Penyusunan FS ini akan menganalisis potensi pergerakan kendaraan, mengingat tingginya volume kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung yang menembus nyaris 10 juta orang per tahun. Jika 30 persen dari angka tersebut mengalir ke kawasan Pacira (Pasir Jambu, Ciwidey, Rancabali) dan ditambah rute Pangalengan, potensi trafik wisata bisa menyentuh 3 hingga 5 juta pengunjung.

“Nah, kami lagi menunggu hasil proses FS. Panjang tol ini 20 Km atau bisa disesuaikan. Potensi inilah yang menjadikan patokan investor untuk masuk membuat rencana tol yang aksesnya dari Soreang sampai ke Ciwidey,” ungkap Bupati.

Selain untuk sektor pariwisata, urgensi jalan tol ini juga dipicu oleh lonjakan mobilitas warga lokal yang terus meningkat setiap tahun. Apalagi, rencana rute ini sebenarnya terintegrasi dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang membentang hingga Cidaun.

BACA JUGA:  Presiden Joko Widodo: Jangan Biarkan COVID-19 Terus Meningkat

“Jadi per hari itu penduduk aslinya saja, yang rutin, itu sudah meningkat dari 45 ribu sekarang 61 ribu per hari. Untuk rencana tol ini sudah masuk dalam proyek strategis nasional, tapi sampai Cidaun. Kami ingin cepat dulu ke Kabupaten, nanti kalau sampai Cidaun tinggal nyambung saja,” tambahnya.

Bupati menargetkan hasil studi kelayakan tersebut dapat dirampungkan dalam tiga bulan ke depan. Dari segi teknis lingkungan, KDS mewanti-wanti agar desain tol dibangun menyerupai jembatan melayang guna melindungi area konservasi. Proses pembebasan lahan pun diklaim tak akan sulit karena didominasi tanah negara.

“Target FS-nya, dalam waktu 3 bulan ke depan selesai, lalu kita akan meeting lagi. Saya menitip pesan hindari hutan-hutan lindung yang tentunya perlu kita jaga. Mayoritas itu akan melewati perkebunan milik PTPN 70 persen, dan tanah milik warganya hanya 30 persen. Jadi pembebasan lahannya tidak akan sulit,” tegas KDS.

Hadirnya Tol Soreang-Ciwidey dinilai menjadi langkah inovatif krusial bagi daerah untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), terlebih di tengah tren penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat.

“Nah inovasi di antaranya bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah. Salah satu inovasi dan potensi yang ada itu adalah wisata. Karena di Kabupaten Bandung itu ada sekitar 7 ribu tempat wisata terutama di wilayah Pacira dan Pangalengan,” pungkasnya. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.