METRUM
Jelajah Komunitas

Rene Alberts: Berbeda Iklim Kompetisi

SEMAKIN menguatnya sinyal beberapa kompetisi sepak bola di Eropa dan Asia akan kembali bergulir, tidak serta-merta membuat Pelatih Persib Robert Rene Alberts optimistis kompetisi Liga 1 musim 2020 yang saat ini masih dihentikan karena pandemi virus corona, bisa dilanjutkan kembali.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, mulai berlatihnya kembali beberapa klub di Eropa tidak bisa menjadi acuan, karena saat ini masih banyak kompetisi di negara lain yang juga masih ditangguhkan.

”Yang terpenting adalah, Anda tidak bisa membandingkan antara satu negara dan negara lain, satu benua dengan benua lain dan Anda juga tidak bisa membandingkan Eropa dengan Asia. Atau juga membandingkan Asia utara dengan Asia selatan, begitu pula Asia selatan dengan Asia tenggara,” tutur Robert, belum lama ini.

Ditambahkan, di Indonesia iklim kompetisi se­pak bolanya sangat berbeda dibandingkan dengan negara lainnya, termasuk bagaimana cara mena­ngani krisis (virus corona) yang sedang terjadi.

”Kami masih menunggu apa hasil akhir dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Tentunya akan sangat sulit karena ini negara yang sangat besar dari utara ke selatan dan terdiri atas banyak budaya. Jadi yang utama adalah kami ingin mengetahui hasil dari pemerintah dalam memberikan perintah untuk liga ini,” katanya.

Robert Rene Alberts (persib.co.id).*

Robert mengatakan, mengacu kepada surat resmi yang telah diterima Persib pada 27 Maret 2020, saat ini skuad Maung Bandung masih menunggu kabar terkini dari PSSI mengenai langkah yang akan dilakukan ke depan.

”Di surat itu tertulis dengan jelas bahwa di akhir Mei PSSI akan melihat situasi tergantung hasil kebijakan pemerintah. Jika mereka sudah mendeklarasikan Indonesia sudah terbebas dari krisis, maka itu kesempatan untuk menggelar lagi Liga 1 musim 2020. Saya pikir itu memungkinkan dan berharap besar ada sinyal untuk itu (kompetisi berjalan lagi),” ujarnya.

Fans Ajax

Melihat Liga Belanda yang akhirnya dihentikan tanpa juara dan tim terdegradasi, Robert menilai keputusan di Belanda untuk menghentikan liga tidak datang dari KNVB sebagai induk sepak bola di negara tersebut.

”Semua harus paham mengenai hal ini. Kepu­tus­an dibuat dari pertemuan antara semua klub profesional klub di negara tersebut. Jadi, itu bukan keputusan dari KNVB, tetapi keputusan dari semua klub yang terlibat di Belanda. Dari pertemuan itu, yang saya tahu, 14 klub positif (sepakat dihentikan), 7 klub berpendapat netral dan 7 tim berseberangan dengan keputusan itu,” ungkapnya.

”Jadi, para prinsipnya itu adalah keputusan demokratis yang dibuat oleh klub. Akan tetapi, KNVB yang akhirnya memutuskan itu berdasarkan apa yang disepakati oleh klub, dalam situasi terkini di Belanda,” ucapnya.

”Saya pikir itu adil karena memang lebih baik menghentikan liga dan memulai liga baru ketika krisis ini sudah usai. Negara sudah melakukan ini dan mayoritas orang-orang di Belanda setuju untuk keputusan ini. Tentunya memang ada orang dan klub yang tidak setuju, tetapi mayoritas setuju karena keputusan dibuat oleh klub dan disetujui KNVB,” ujarnya.

Robert mengatakan, dengan keputusan tersebut maka Ajax Amsterdam yang saat ini berada di puncak klasemen pun tidak bisa dinobatkan sebagai juara. ”Sebagai fans Ajax, tentu saya ingin melihat tim kebanggaan menjadi juara liga. ­Namun, peraturannya sudah sangat jelas, musim ini harus diakhiri tanpa ada juara,” ucapnya.

Ditambahkan, di beberapa liga seperti di Belgia, Club Brugge sudah diumumkan menjadi juara karena liganya dihentikan dan mereka mengambil keputusan berdasarkan urutan klasemen.

”Akhirnya, Federasi Belgia mengumumkan Club Brugge yang menjadi juara. Keputusan ber­dasar­kan situasi yang berbeda dan jawabannya pun tentu berbeda. Ini adalah hak dari setiap negara dan setiap negara punya perbedaan struktur dan ­budaya. Dan juga ada perbedaan soal menghadapi virus ini, jadi seperti yang sudah saya katakan, kami tidak bisa menyamaratakan semua negara, karena setiap negara berbeda,” tutur Robert. ­(Sumber: Irfan Subhan, ”PR” 2/5/2020)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: