METRUM
Jelajah Komunitas

Sufyan Saori, dari Bike to Campus Bandung Mengguncang Dunia

SUFYAN Saori atau akrab dipanggil Ian, merupakan salah satu atlet Disabilitas Nasional cabang olah raga balap sepeda (Para Cycling). Mungkin karena itulah sosoknya tak begitu banyak dikenal orang, padahal dari segi prestasi di bidang olah raga ini, sudah banyak prestasi yang dia raih, mulai tingkat regional, nasional, hingga international.

Sufyan melakukan pemanasan sebelum bertanding (Dok. Riries Widya).*

Ketenaran bukan tujuan Sufyan dalam meniti karirnya. Dia hanya ingin membuktikan bahwa memiliki keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi atau kejayaan. Dengan semangat juang ia menapaki berbagai kompetisi dari ruang disabilitas.

Aktivis Bike to Campus (B2C) Bandung

Jauh sebelum menjadi atlet para cycling, Ian adalah seorang mahasiswa yang suka bersepeda. Ia sesekali bersepeda ke kampusnya di Politeknik Piksi Ganesha Bandung. Dia pun bergabung di komunitas gerakan Bike to Campus (B2C) Bandung sekitar tahun 2014.

Bersama Bike to Campus Bandung (Dok. B2C Bandung).*

Ian pun mengikuti berbagai aktivitas di B2C baik yang bersifat event, gerakan atau bersepeda dalam rangka penyaluran hobi dan mengukur kemampuan dengan menjajal trek-trek sepeda, bike touring atau bike camping.

Seiring waktu berjalan, saat olahraga lari tengah trend, Ian pun punya memiliki ketertarikan dengan dunia lari. Dari sinilah awal mula cerita hingga ia terjun menjadi Atlet. Ian mengikuti Pekan Olah Raga Paralimpik Daerah (peparda) atau pordanya kaum difabel di Bekasi. Ian mengikuti nomor lari 400 meter dan meraih prestasi juara 2.

Bersama timnas paracycling (Dok. Rizan Setyo Nugroho).*

Kemudian Ian masuk dalam pelatda Jabar untuk Pekan Olah Raga Paralimpik Nasional (Papernas). Di ajang ini, Ian jadi atlit sprinter nomor 100, 200, 400, estafet 4×100 meter dan 4×400 meter. Di nomor estafet inilah Ian mendapat medali emas. Untungnya saat Peparnas lokasinya di GBLA Bandung, sehingga teman-teman Bike to Campus Bandung bisa menyaksikan dan mendukung langsung Ian saat berjuang di lapangan membawa nama harum daerah.

Dari hasil bonus prestasi di kedua ajang tersebut sebagian ia belikan sepeda road bike, kemudian ia menekuni kembali bersepeda untuk latihan dan terjun ke paracyling. Sebelumnya ia masuk ke club road bike binaan salah satu pembalap sepeda legenda nasional, Puspita Mustika dan terinspirasi M. Fadli salah seorang atlit paracycling senior.

Jika sedang berada di Bandung, ian kerap melakukan latihan dan mengasah kemampuannya baik bersepeda sendirian atau bersama teman-temannya dari Bike to Campus Bandung. Menurut hasil test kemampuan, hampir semua class bernilai cukup besar meski masih di bawah 10, berkisar antara 7-8. (Road Race, Individual Time Trail (ITT), Individual Persuit (IP) 1km, dan IP 4km)

Prestasi Para Cycling

Pemuda lajang kelahiran Bandung 26 silam tersebut sebenarnya kekurangan fisiknya termasuk ringan, jari dan telapak tangan kirinya saja yang tidak sempurna, sehinga dalam dunia sepeda ia dimasukan dalam katagari C-5. Artinya, spotipasi monoplegik ringan, amputasi lengan unilateral (di bawah atau di atas sikut) dan lainnya. Istilah C sendiri yaitu Cyling yang artinya atlit memiliki gangguan fisik yang mencegah mereka dari berkompetisi “umum” tetapi masih bisa menggunakan “sepeda standar”.

Berikut prestasi dan ajang lomba yang diikuti Sufyan Saori:

  1. Juara III di Grandfondo Krakatau, Banten tahun 2016
  2. Juara II di Pra Asean Para Games di Malayasia 2017
  3. Juara II Individual Time Trial class C1-C5, Juara III IP 1km class C5, Juara III  IP 4km class C5, Juara III Individual Time Trail class C5, dan Juara III Road Race class C5 di ajang 9th Pre Asean Para Games Kuala Lumpur, Malaysia tahun 2017.
  4. Juara II IP 4km class C5 dan juara II Individu Time Trial class C5 di ajang 3rd Asian Para Games Jakarta, Indonesia tahun 2018
  5. Juara III IP 4km class C4-C5 dan juara III IP 1km class C4-C5 di Asian Track Championship Jakarta Indonesia Tahun 2019
Sufyan Saori (Dok.Riries Widya).*

Semoga pandemi segera berlalu sehingga ke depan Ian yang berdomisili di daerah Kiaracondong, Kota Bandung ini bersama timnas para cyling bisa kembali merajut prestasi membawa nama harum bangsa Indonesia.

Ingin mengenal lebih dekat lagi dengan Sufyan Saori, ikuti saja perkembangan aktivitasnya di IG @Saos44444444 dan FB Sufyan Saori.

Salam boseh dan Go green! (Cuham, Bersepeda Itu Baik)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: