Taiwan Laporkan 9 Kasus Scrub Typhus, Masyarakat Diminta Waspada Saat Beraktivitas di Alam
TAIWAN, ROC (METRUM) – Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC) di bawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) mengonfirmasi 9 kasus scrub typhus yang dilaporkan di berbagai wilayah sepanjang tahun ini. Mayoritas kasus terjadi di Hualien dan Taitung.
Scrub typhus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri riketsia, yang ditularkan melalui gigitan tungau. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa berakibat fatal, dengan tingkat kematian mencapai 60%.
CDC mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan saat melakukan kegiatan luar ruangan, terutama saat ziarah kubur atau berwisata ke alam terbuka, karena infeksi lebih banyak terjadi di wilayah timur dan pulau-pulau terluar. Berdasarkan data, jumlah kasus scrub typhus biasanya mulai meningkat pada April hingga Mei dan mencapai puncaknya pada Juni hingga Juli.
Kasus Scrub Typhus di Taiwan Tahun Ini
Menurut Wakil Direktur CDC, Tseng Shu-hui (曾淑慧), dari 9 kasus yang tercatat tahun ini:
- Hualien dan Taitung masing-masing melaporkan 3 kasus
- Kaohsiung dan Taichung masing-masing 1 kasus
- 1 kasus lainnya belum diketahui lokasi infeksinya
Jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama antara 2021-2024, di mana kasus berkisar antara 16 hingga 30 setiap tahunnya.
Gejala dan Cara Penularan
Scrub typhus ditularkan melalui gigitan tungau yang membawa bakteri riketsia. Tungau ini hidup di rerumputan dan menyerang manusia atau hewan yang melewatinya. Penyakit ini tidak menular antar manusia.
Gejala utama meliputi:
- Demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri punggung
- Menggigil, berkeringat di malam hari, serta pembengkakan kelenjar getah bening
- Bekas gigitan tungau yang menghitam
- Ruam merah yang muncul setelah seminggu, yang dalam beberapa kasus dapat berkembang menjadi pneumonia atau gangguan fungsi hati
Jika tidak mendapatkan pengobatan tepat, penyakit ini dapat berujung pada kematian hingga 60%.
Pencegahan: Lindungi Diri Saat Beraktivitas di Alam
CDC mengimbau masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan berikut saat berada di area berumput:
- Gunakan pakaian lengan panjang dan celana berwarna terang
- Kenakan sarung tangan, kaus kaki panjang, dan sepatu bot pelindung
- Masukkan ujung celana ke dalam kaus kaki untuk mencegah tungau menempel
- Aplikasikan obat anti-serangga yang mengandung DEET, Picaridin, atau IR3535 pada kulit dan pakaian
Setelah beraktivitas di alam, segera mandi, ganti pakaian, dan periksa tubuh untuk memastikan tidak ada tungau yang menempel. Jika mengalami gejala mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter dan informasikan riwayat aktivitas luar ruangan. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.