METRUM
Jelajah Komunitas

Workshop Nasional KMI: Menggerakkan Revolusi Masjid Menuju Kemandirian Finansial

MASJID bukan sekadar tempat beribadah, melainkan pusat transformasi umat. Sejarah Islam mencatat, masjid adalah titik awal lahirnya revolusi peradaban—bukan dengan kekuatan senjata, melainkan melalui ilmu pengetahuan, perencanaan, dan keberanian untuk berubah.

Jika ingin menyaksikan kebangkitan umat saat ini, maka kita perlu kembali ke titik awal: masjid.

Namun, kenyataannya banyak masjid kini hanya megah secara fisik, tetapi minim aktivitas strategis. Pengelola masjid seringkali terjebak dalam urusan teknis seperti penggantian karpet, pembayaran listrik, atau pencatatan dana infak. Tugas-tugas tersebut memang penting, tetapi tidak cukup.

Sudah saatnya masjid dipimpin oleh para pengurus visioner, yang mampu berpindah dari sekadar “pengelola kegiatan ibadah” menjadi “agen perubahan masyarakat”. Masjid perlu bertransformasi dari tempat rutinitas kajian menjadi ruang pemberdayaan digital, ekonomi, dan sosial.

Inilah semangat yang diusung Khadamul Masjid Indonesia (KMI) dalam program Workshop Series perdana tahun 2025 bertajuk: MASJID BERDAYA, MASJID GO DIGITAL.

Selama ini, pola pikir masjid sering kali hanya berkutat pada kebutuhan dasar: cukup untuk listrik, cukup untuk honor marbot, cukup untuk operasional harian. Padahal, masjid sejatinya perlu memiliki visi besar: kelebihan dana untuk kebermanfaatan yang lebih luas.

Masjid tidak seharusnya bergantung pada donasi semata. Ia harus menjadi pusat kekuatan ekonomi umat—aktif menghasilkan, bukan hanya menerima.

Melalui strategi digital seperti affiliate marketing, marketplace berbasis jamaah, dan konten dakwah bernilai ekonomi, masjid bisa memiliki pendapatan tetap—bahkan hingga miliaran rupiah setiap bulan.

Transformasi ini bukan sekadar wacana. Sudah banyak masjid yang berhasil membuktikannya. Dan setiap masjid pun bisa mengikuti jejak ini—asal bersedia mengubah pola pikir dan cara kerja.

Sebagai langkah konkret, Khadamul Masjid Indonesia menggelar pelatihan nasional di Wisma Al Fatih, Dago Giri, Bandung pada 25–27 Juli 2025. Dalam pelatihan intensif selama tiga hari dua malam ini, peserta mendapat bimbingan langsung dari para praktisi yang telah berhasil mengelola masjid berbasis digital dengan omzet miliaran rupiah.

BACA JUGA:  Evenepoel Pertahankan Kaus Merah, Vine Kuasai Etape VIII Vuelta a Espana 2022

Antusiasme peserta luar biasa. Kuota awal sebanyak 50 orang bahkan harus ditambah karena lonjakan pendaftar hingga hampir 60 peserta dari berbagai penjuru Indonesia hadir.

KMI berhasil menjembatani semangat masjid untuk menjadi lembaga yang mandiri secara finansial melalui pelatihan terpadu dan aplikatif.

Diharapkan, gerakan kebangkitan masjid digital ini akan memberikan dampak positif bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia secara luas, menjadi fondasi bagi gelombang perubahan menuju masjid yang berdaya, mandiri, dan relevan di era modern.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi IBW & UUS (Khadamul Masjid Indonesia) melalui WhatsApp KMI di 0815-1614-942. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.