METRUM
Jelajah Komunitas

Lonjakan 45 Persen, Malaysia Jadi Pembeli Asing Terbesar Properti di Taiwan

TAIWAN, ROC (METRUM) – Peta kekuatan pembeli asing di pasar properti Taiwan mengalami perubahan signifikan. Investor asal Malaysia kini muncul sebagai pembeli asing terbesar, menggeser dominasi investor dari Amerika Serikat, Jepang, dan Hong Kong. Lonjakan transaksi yang dilakukan investor Malaysia tercatat meningkat sekitar 45 persen dalam periode terbaru.

Sebagian besar investasi tersebut dilakukan oleh warga Malaysia keturunan Tionghoa dengan kapasitas finansial besar dan perencanaan investasi yang matang. Mereka memfokuskan pembelian properti hunian berukuran menengah, berkisar antara 100 hingga 165 meter persegi, yang berlokasi di kawasan strategis seperti Taipei–New Taipei, Taichung, dan Kaohsiung.

Meningkatnya minat investor Malaysia tak lepas dari kondisi regional Asia Tenggara. Pasar properti Malaysia yang mengalami kelebihan pasokan, serta kebijakan pengetatan aliran dana asing di Singapura, mendorong para investor mencari pasar alternatif yang lebih stabil. Taiwan pun dinilai menawarkan iklim investasi properti yang relatif aman dan menjanjikan.

Meski demikian, peluang kepemilikan properti di Taiwan tidak terbuka luas bagi semua warga asing. Tanpa kepemilikan kartu identitas lokal, akses pembiayaan perbankan menjadi sangat terbatas. Warga asing umumnya diwajibkan menyediakan uang muka dalam jumlah besar, yakni sekitar 40 hingga 50 persen, sehingga banyak pengusaha Malaysia yang telah lama tinggal di Taiwan tetap memilih menyewa.

Para pengamat turut memberikan perhatian terhadap arus modal besar ini. CEO Sinchuan Realty Think Tank, Ho Shih-chang, menilai perlu adanya pengawasan lebih lanjut terhadap sumber dana investasi tersebut. Ia tidak menutup kemungkinan adanya aliran dana terselubung dari Tiongkok yang masuk melalui skema investasi Malaysia, yang berpotensi membawa implikasi ekonomi dan geopolitik bagi Taiwan. (M1-RTI)***

BACA JUGA:  Cikuray Street Food Resmi Dibuka, Perkuat UMKM dan Daya Tarik Wisata Bandung

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.