Paris–Nice 2026 Masuki Etape Awal, Luke Lamperti Rebut Kaus Kuning
AJANG balap sepeda bergengsi Paris–Nice di Prancis kembali digelar pada Maret 2026. Lomba yang dikenal dengan sebutan Race to the Sun ini mengambil rute dari Paris di wilayah utara Prancis yang masih bersuhu dingin menuju kota Nice di pesisir selatan yang lebih hangat oleh sinar matahari.
Balapan tahunan ini menjadi salah satu agenda penting bagi tim-tim profesional sebagai ajang pemanasan sebelum menghadapi tiga balapan besar dunia, yakni Giro d’Italia, Tour de France, dan Vuelta a España yang berlangsung mulai Mei hingga Agustus.
Pada edisi ke-84 tahun 2026, para peserta menempuh total jarak sekitar 1.230 kilometer yang dibagi ke dalam delapan etape. Balapan dimulai Minggu (8/3/2026) dan akan berakhir pada Minggu (15/3/2026).
Juara bertahan dua kali, Matteo Jorgenson dari tim Team Visma–Lease a Bike, tidak tampil tahun ini karena mengikuti lomba lain, Tirreno–Adriatico di Italia yang digelar hampir bersamaan.
Paris–Nice kerap disebut sebagai “mini” Tour de France karena karakter rutenya yang beragam. Dari delapan etape yang diperlombakan, terdapat lintasan datar, rute perbukitan, hingga tanjakan menantang, serta satu nomor individual time trial yang menjadi ajang uji kekuatan para pembalap.

Salah satu pembalap unggulan yang turun di ajang ini adalah Jonas Vingegaard dari tim Team Visma–Lease a Bike. Juara dua kali Tour de France tersebut baru memulai musim balap 2026 setelah sebelumnya mengalami cedera akibat terjatuh pada Januari lalu.
Sementara itu, dua bintang besar lainnya, yakni juara empat kali Tour de France Tadej Pogačar dan juara Olimpiade Paris 2024 Remco Evenepoel, tidak ambil bagian dalam lomba tahun ini.
Hingga berakhirnya etape kedua pada Senin (9/3/2026), kaus kuning pemimpin klasemen sementara dipegang oleh Luke Lamperti dari tim EF Education–EasyPost dengan total waktu 8 jam 10 menit 12 detik. Ia memiliki catatan waktu yang sama dengan pembalap Vito Braet dari tim Intermarché–Wanty.
Lamperti merebut posisi puncak klasemen setelah memenangi etape pertama rute datar sejauh 171 kilometer dari Acheres menuju Carrieres-sous-Poissy melalui sprint massal.
Pada etape kedua dengan rute Epone menuju Montargis sejauh 187 kilometer, kemenangan diraih oleh Max Kanter dari tim Astana Qazaqstan Team. Meski demikian, Lamperti yang finis di posisi kelima dengan waktu sama tetap mempertahankan kaus kuning.
Sementara itu, Jonas Vingegaard masih belum menunjukkan performa terbaiknya hingga etape kedua dan berada di posisi ke-55 klasemen sementara dengan selisih 12 detik dari pemimpin lomba. Tantangan sebenarnya diperkirakan baru muncul pada etape pegunungan yang akan berlangsung pada etape keempat, keenam, dan ketujuh.
Etape I (Acheres – Poissy 171 km):
- Luke Lamperti (EF Education/AS) 3:45:17
- Vito Braet (Lotto Intermarche/Belgia) “
- Orluis Aular (Movistar/Spanyol) “
Etape II (Epone – Montagis 187 km):
- Max Kanter (XDS Astana/Jerman) 4:25:07
- Laurence Phitie (Red Bull Bora/Selandia Baru) “
- Jasper Stuyven (Soudal Quick Step/Belgia) “
Klasemen s.d. Etape II:
- Luke Lamperti (EF Education/AS) 8:10:12
- Vito Braet (Lotto Intermarche/Belgia) “
- Laurence Phitie (Red Bull Bora/Selandia Baru) + 6 dtk.
……55. Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike/Denmark) +12 dtk. (M1-BK)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.