METRUM
Jelajah Komunitas

Disnaker Kota Bandung Perkuat LPK, Cetak Tenaga Kerja Siap Industri dan Luar Negeri

KOTA BANDUNG (METRUM) – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus memperkuat kualitas Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebagai ujung tombak pencetak tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di dunia industri. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Metodologi bagi pengelola dan instruktur LPK swasta di Hotel Oakwood pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menegaskan, LPK memiliki posisi strategis dalam menjembatani kebutuhan dunia pelatihan dengan dunia kerja.

“LPK adalah penghubung utama antara pelatihan dan industri. Karena itu, kualitasnya harus benar-benar terjamin,” ujar Yayan.

Saat ini, Kota Bandung memiliki lebih dari 200 LPK dengan sebagian di antaranya telah mengantongi akreditasi. Disnaker pun terus mendorong peningkatan kualitas lembaga melalui pemenuhan delapan standar akreditasi, mulai dari kelembagaan, tenaga pengajar, hingga fasilitas pelatihan.

Menurut Yayan, kualitas instruktur menjadi faktor penting dalam mencetak lulusan yang siap kerja. Karena itu, penguatan metodologi pembelajaran dinilai menjadi prioritas utama.

“Metodologi pengajaran menjadi kunci. Pelatih yang kompeten akan menghasilkan lulusan yang kompeten,” katanya.

Selain pembinaan instruktur, Disnaker juga memberikan dukungan sarana pelatihan sebagai stimulus agar LPK mampu memenuhi standar akreditasi nasional. LPK yang telah terakreditasi nantinya akan mendapat prioritas dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan tenaga kerja.

“LPK terakreditasi akan mendapatkan prioritas program. Ini menjadi dorongan agar lembaga lain terus meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pelatihan lokal, Disnaker juga memperkuat kerja sama dengan LPK untuk menyiapkan tenaga kerja ke luar negeri, termasuk melalui pelatihan bahasa asing seperti bahasa Jepang. Seleksi peserta dilakukan lebih ketat untuk memastikan kesiapan kompetensi, mental, dan komitmen calon tenaga kerja.

BACA JUGA:  Raih Dua Emas, Indonesia Raya Berkibar

“Kami ingin memastikan calon tenaga kerja benar-benar siap sebelum masuk pelatihan lanjutan agar hasilnya optimal,” ungkap Yayan.

Di sisi lain, Disnaker juga tetap menjalankan program padat karya guna memperluas kesempatan kerja jangka pendek sekaligus membantu meningkatkan daya beli masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Kerja Disnaker Kota Bandung, Rina Indrisari Nugraha mengatakan, bimtek metodologi ini bertujuan meningkatkan kemampuan instruktur dalam menyusun perangkat pembelajaran, menyampaikan materi secara sistematis, hingga melakukan evaluasi sesuai standar nasional SKKNI.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan instruktur mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Bimtek metodologi tersebut berlangsung selama empat hari, 19–22 Mei 2026, dan diikuti 20 peserta dari berbagai LPK di Kota Bandung. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.