Mengejan Saat BAB Bisa Berujung Fatal, Ahli Ingatkan Risiko Serangan Jantung hingga Kematian Mendadak
AKTIVITAS buang air besar (BAB) yang selama ini dianggap sepele ternyata dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan jika dilakukan dengan cara yang salah. Para ahli mengingatkan, kebiasaan mengejan terlalu kuat sambil menahan napas dapat memicu lonjakan tekanan dalam tubuh yang berisiko menyebabkan serangan jantung, stroke, hingga kematian mendadak.
Dokter spesialis paru Su Yi-fong menjelaskan, saat seseorang menahan napas ketika mengejan, tekanan di rongga dada meningkat drastis sehingga aliran darah balik menuju jantung terhambat. Kondisi ini membuat jumlah darah yang dipompa jantung menurun, sementara saraf vagus ikut teraktivasi dan memperlambat detak jantung.
“Saat seseorang menahan napas dan mengejan, tekanan di rongga dada meningkat sehingga menghambat aliran darah kembali ke jantung. Jika berlangsung terlalu lama, kadar oksigen dalam darah juga akan menurun,” jelas Su Yi-fong.
Dalam dunia medis, reaksi tersebut dikenal sebagai Efek Valsalva, yakni respons fisiologis yang dapat menjadi sangat berbahaya bagi penderita hipertensi, gangguan irama jantung, maupun penyakit kardiovaskular lainnya. Risiko semakin besar ketika tubuh sedang dalam kondisi lelah atau mengalami gangguan kesehatan tertentu.
Peringatan serupa juga disampaikan seorang petugas pemadam kebakaran melalui media sosial. Ia mengungkapkan bahwa kasus warga ditemukan pingsan bahkan meninggal dunia di toilet bukanlah kejadian langka. Sebagian korban mengalami stroke atau serangan jantung saat berada di atas kloset dan baru diketahui setelah keluarga merasa curiga karena korban tidak kunjung keluar dari kamar mandi.
Selain menahan napas, kebiasaan mengerahkan seluruh tenaga saat mengejan juga dapat memicu lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba hingga mencapai lebih dari 200 mmHg. Kondisi ini berpotensi memicu pecahnya pembuluh darah atau gangguan jantung akut pada kelompok berisiko tinggi.
Para ahli mengingatkan tiga tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan saat BAB, yakni munculnya rasa pusing, pandangan kabur, serta telinga berdenging atau kehilangan pendengaran sementara. Jika gejala tersebut muncul, seseorang disarankan segera menghentikan upaya mengejan, merilekskan tubuh, dan mengatur pernapasan agar tekanan tubuh kembali stabil.
Untuk mencegah risiko tersebut, masyarakat dianjurkan menjaga kesehatan saluran pencernaan dengan memperbanyak konsumsi serat, minum air yang cukup, serta menghindari sembelit kronis. Menurut para pakar, menjaga BAB tetap lancar merupakan langkah sederhana namun penting untuk mengurangi beban kerja jantung dan mencegah risiko kesehatan yang lebih serius. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.