Demi Vollering Rebut Kaus Kuning, Gelar Juara TdF Putri 2026 Ditentukan Etape Terakhir
DEMI Vollering akhirnya merebut kembali posisi teratas klasemen Tour de France (TdF) Putri 2026 setelah tampil agresif pada Etape VIII. Jago tanjakan asal Belanda dari tim FDJ United itu menaklukkan rute Sisteron–Nice sejauh 172 kilometer dan menggeser Kasia Niewiadoma dari puncak klasemen.
Kemenangan Vollering menjadi kejutan tersendiri karena Etape VIII hanya menghadirkan tanjakan kategori 4. Namun, strategi tepat menjelang garis finis membuat pembalap berusia 29 tahun itu mampu mengamankan kemenangan sekaligus bonus waktu yang sangat berarti dalam persaingan klasemen umum.
Vollering mencatat waktu 4 jam 2 menit 39 detik. Elisa Longo Borghini (UAE Team/Italia) finis kedua dengan selisih 17 detik, sedangkan Niewiadoma berada di posisi ketiga dengan catatan waktu yang sama.
Tambahan bonus waktu dari kemenangan etape membuat Vollering kini memimpin klasemen dengan keunggulan hanya 8 detik atas Niewiadoma. Dengan demikian, perebutan gelar juara TdF Putri 2026 dipastikan baru akan berakhir pada etape terakhir.
Hasil ini sekaligus menjadi respons Vollering setelah gagal merebut kemenangan pada Etape VII menuju Mont Ventoux. Saat itu, Niewiadoma tampil luar biasa dengan melakukan serangan dan finis sendirian untuk merebut kaus kuning dari Marlen Reusser.
Vollering mengakui dirinya melakukan kesalahan ketika membiarkan Niewiadoma melancarkan serangan pada tanjakan berat menuju Mont Ventoux.
“Saya melakukan kesalahan mendasar membiarkan Kasia melesat pada tanjakan berat Etape VII ke Mont Ventoux, karena menunggu pemegang kaus kuning Marlen Reusser bereaksi mengejar. Namun, Marlen tampaknya tidak bereaksi cepat karena tenaganya mulai terkuras,” ungkap Vollering dalam jumpa pers.
Menurutnya, ketika dirinya bersama Reusser akhirnya berupaya mengejar Niewiadoma, jarak sudah terlalu jauh untuk dikejar. Niewiadoma pun finis sendirian dan merebut kaus kuning, sementara Vollering harus puas di posisi kedua dengan selisih 1 menit 16 detik.
Kini situasinya berbalik. Vollering kembali mengenakan kaus kuning, tetapi keunggulannya atas Niewiadoma sangat tipis dan belum cukup untuk membuatnya aman.
“kini kaus kuning bisa saya kuasai, tapi lomba belum selesai. Etape IX terakhir di Nice melalui tanjakan kategori 2, Col d’Eze, panjang 7,7 km dengan keterjalan rata-rata 5,9 persen, harus dilalui empat kali pada lomba sirkuit seputar Nice–Nice 99 km. Segalanya masih mungkin terjadi,” tegas Vollering.

Etape IX akan menjadi duel langsung antara Vollering dan Niewiadoma. Rute sepanjang 99 kilometer mengitari Nice menghadirkan tanjakan Col d’Eze yang harus dilalui sebanyak empat kali. Dengan selisih hanya delapan detik, satu serangan sukses atau kegagalan mempertahankan ritme dapat mengubah posisi juara.
Vollering pun meminta tim FDJ United tetap fokus menghadapi etape penutup.
“Saya dan tim FDJ Suez harus waspada, semoga kami bisa mengatasinya,” ujarnya.
Hasil Etape VIII – Sisteron–Nice, 172 Km
- Demi Vollering (FDJ United/Belanda) – 4:02:39
- Elisa Longo Borghini (UAE Team/Italia) – +17 detik
- Kasia Niewiadoma (Canyon Sram/Polandia) – waktu sama
Pemenang etape mendapat bonus waktu 10 detik, posisi kedua 6 detik, dan posisi ketiga 4 detik.
Klasemen Sementara hingga Etape VIII
- Demi Vollering (FDJ United) – 28:10:18
- Kasia Niewiadoma (Canyon Sram) – +8 detik
- Marlen Reusser (Movistar/Swiss) – +1:12
- Elisa Longo Borghini (UAE Team) – +3:05
- Antonia Niedermaier (Canyon Sram/Jerman) – +3:54. (M1-BK)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.