Ducati Mulai Terdesak, Aprilia Kuasai 7 GP dan Pimpin Klasemen MotoGP 2026
PERSAINGAN MotoGP 2026 mulai memasuki fase yang berbeda. Setelah 12 seri berlalu dan jeda musim panas tiba, dominasi Ducati yang dalam beberapa musim terakhir nyaris tak tergoyahkan kini mendapat ancaman serius dari sesama pabrikan Italia, Aprilia.
Hingga seri ke-12, Aprilia telah mengoleksi tujuh kemenangan, sedangkan Ducati baru meraih lima kemenangan. Lebih menarik lagi, tujuh kemenangan Aprilia tersebut dibukukan oleh empat pembalap berbeda.
Marco Bezzecchi menjadi penyumbang terbanyak dengan empat kemenangan. Jorge Martin, Ai Ogura dan Raul Fernandez masing-masing menyumbangkan satu kemenangan.
Di kubu Ducati, Marc Marquez menjadi tumpuan utama dengan tiga kemenangan. Dua kemenangan lainnya datang dari Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio.
Catatan tersebut menunjukkan satu perubahan penting: Aprilia bukan lagi sekadar penantang Ducati, tetapi mulai menjadi kekuatan utama yang mampu mengguncang peta persaingan MotoGP.
Ducati Mulai Kehilangan Napas
Dalam tiga musim terakhir, Ducati praktis menjadi penguasa MotoGP. Aprilia dan KTM belum mampu memberikan tekanan konsisten, sementara pabrikan Jepang seperti Honda dan Yamaha masih berjuang mengembalikan performa terbaiknya.
Namun situasi berubah pada 2026.
Aprilia bukan hanya mampu mencuri kemenangan, tetapi juga menunjukkan kekuatan kolektif yang semakin mengkhawatirkan Ducati. Puncaknya terjadi pada MotoGP Inggris, ketika tiga pembalap Aprilia menguasai podium secara beruntun.
Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia keluar sebagai pemenang, diikuti Jorge Martin dan Marco Bezzecchi yang sama-sama memperkuat Aprilia Racing.
Sapu bersih podium tersebut menjadi pesan keras bahwa kekuatan Aprilia tidak lagi bertumpu pada satu pembalap.
Dengan 22 seri yang dijadwalkan sepanjang musim, masih ada 10 balapan yang harus dijalani. Aragon, San Marino, Austria, Jepang, Indonesia, Australia, Malaysia, Qatar, Portugal dan Valencia akan menjadi medan penentu.
Dan pertarungan terbesar tampaknya mengarah pada duel Aprilia versus Ducati.

Martin, Bezzecchi, dan Ancaman Marquez
Persaingan perebutan gelar juara dunia juga semakin menarik.
Jorge Martin kini memimpin klasemen dengan 240 poin, disusul rekan setimnya Marco Bezzecchi dengan 209 poin dan Ai Ogura dengan 203 poin. Ketiganya merupakan pembalap Aprilia.
Sementara itu, Marc Marquez menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi keempat dengan 200 poin.
Situasi tersebut semakin menarik karena Bezzecchi sebenarnya sempat menjadi penguasa awal musim. Ia meraih tiga kemenangan beruntun di Thailand, Brasil dan Amerika Serikat.
Cedera kemudian membuatnya absen dalam beberapa seri. Ia baru kembali berlaga pada GP Inggris dan langsung menunjukkan kecepatannya dengan finis ketiga.
Jika kondisi fisiknya benar-benar pulih, Bezzecchi masih memiliki 10 seri untuk memangkas jarak dari Martin.
Di sisi lain, Martin memiliki keuntungan besar karena saat ini berada di puncak klasemen. Juara dunia MotoGP 2024 tersebut tentu tidak ingin kehilangan momentum ketika musim memasuki fase penentuan.
Marquez Masih Punya Satu Misi Besar
Marc Marquez belum boleh dicoret.
Juara dunia tujuh kali itu masih menjadi senjata utama Ducati Lenovo untuk mempertahankan gelar sekaligus mengejar sejarah baru: meraih mahkota MotoGP untuk kali kedelapan.
Setelah sebelumnya enam kali menjadi juara dunia bersama Honda, Marquez berhasil merebut gelar ketujuh bersama Ducati pada musim lalu.
Kini, ambisinya adalah mempertahankan mahkota tersebut.
Masalahnya, Ducati Lenovo menghadapi persoalan yang cukup serius. Marquez menjadi satu-satunya pembalap Ducati Lenovo yang masih berada di papan atas. Rekan setimnya, Francesco “Pecco” Bagnaia, justru mengalami musim yang jauh dari harapan.
Bagnaia baru mengumpulkan 143 poin dan berada di posisi kedelapan klasemen. Sejumlah hasil buruk dan kegagalan finis membuat Ducati kehilangan daya gedor dari sisi pembalap kedua.
Situasi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Aprilia yang memiliki lebih banyak kartu untuk dimainkan.
Aprilia Punya Empat Senjata
Aprilia tidak hanya memiliki Martin dan Bezzecchi.
Ai Ogura juga berada di posisi ketiga klasemen dengan 203 poin. Sementara Raul Fernandez baru saja memberikan kemenangan penting di GP Inggris.
Artinya, Aprilia memiliki kedalaman kekuatan yang jauh lebih merata.
Jika Martin dan Bezzecchi mampu menjaga konsistensi, sementara Ogura dan Fernandez terus mencuri poin maupun kemenangan, tekanan terhadap Ducati akan semakin besar.
Bagi Aprilia, ini bukan lagi sekadar pertarungan untuk mengalahkan Ducati dalam satu atau dua seri.
Mereka mulai memiliki peluang untuk merebut gelar juara dunia MotoGP pertama dalam sejarah Aprilia.
Aragon Jadi Ujian Berikutnya
Setelah jeda musim panas, pertarungan kembali dimulai pada seri ke-13 di Aragon, Spanyol, Minggu (30/8/2026).
Ducati tentu punya waktu untuk melakukan evaluasi dan mencoba bangkit. Namun beban mereka kini semakin berat karena tumpuan utama praktis berada di pundak Marc Marquez.
Sebaliknya, Aprilia datang dengan pilihan yang lebih banyak. Martin memimpin klasemen, Bezzecchi kembali dari cedera, Ogura masih berada di tiga besar, dan Fernandez baru saja menikmati kemenangan.
Inilah yang membuat 10 seri terakhir MotoGP 2026 berpotensi menjadi pertarungan paling sengit musim ini.
Ducati masih memiliki sejarah, pengalaman dan Marc Marquez.
Namun Aprilia kini memiliki sesuatu yang tak kalah berbahaya: kecepatan, kedalaman skuad dan momentum.
Jika tren ini berlanjut, pertanyaan besar MotoGP 2026 bukan lagi apakah Aprilia mampu menantang Ducati.
Pertanyaannya: sanggupkah Ducati menghentikan laju Aprilia sebelum mahkota juara dunia berpindah tangan? (M1-BK)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.