METRUM
Jelajah Komunitas

Bukan Cuma Canggih Alat, KDS Tegaskan Kunci Layanan Kesehatan Ada di Tangan Nakes

KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan bahwa kemajuan sektor kesehatan tidak bisa sekadar diukur dari megahnya gedung rumah sakit atau canggihnya peralatan medis. Kunci utama pelayanan kesehatan yang hakiki terletak pada resiliensi dan ketulusan para tenaga kesehatan (nakes) saat melayani pasien.

Hal tersebut ditegaskan KDS saat memberikan arahan dalam ajang Akademi SDMK Hebat Seri 2 melalui Zoom Meeting, Kamis (24/9/2026). Di hadapan para kepala dinas hingga direktur RSUD, KDS menyadari tingginya tekanan kerja yang dihadapi para nakes setiap hari.

“Bapak dan ibu semua adalah orang-orang yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat. Tugas tersebut tidak mudah. Layaknya tema Akademi SDMK kali ini, yakni Resiliensi dalam menghadapi tekanan pasien,” ujarnya.

Mengenang masa awal jabatannya pada 2021 di tengah amukan pandemi Covid-19, KDS kembali menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran medis di Kabupaten Bandung yang dianggapnya sebagai pahlawan garis depan.

“Saya teringat saat memulai tugas tahun 2021, saat itu kondisi Covid sedang tinggi-tingginya. Tentu para tenaga kesehatan adalah sebagai pahlawan karena berada di garda terdepan. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan Bapak Ibu sekalian senantiasa diberikan pahala dari Allah SWT,” katanya.

Di sisi lain, KDS melontarkan peringatan keras agar para nakes tidak sekali-kali bersikap diskriminatif. Pasien yang datang ke fasilitas kesehatan umumnya berada dalam kondisi cemas dan membutuhkan pengayoman.

“Pelayanan kesehatan yang berkualitas bukan hanya berbicara tentang fasilitas, bukan hanya berbicara tentang teknologi, obat-obatan atau sistem pelayanan. Ujungnya adalah manusia yang memberikan pelayanan,” ujarnya tegas.

Ia meminta seluruh nakes untuk mengedepankan senyum, sapa, serta kesabaran, sehingga tidak ada warga yang merasa takut atau diabaikan saat berobat.

BACA JUGA:  Irigasi Jebol Terjang 10 Rumah di Kutawaringin, KDS Pastikan Penanganan Kilat Lintas Sektor

“Jangan pernah membeda-bedakan masyarakat, jangan pilih-pilih dalam memberikan pelayanan. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang baik, adil, profesional dan manusiawi,” katanya.

“Masyarakat ketika mereka datang ke fasilitas kesehatan mungkin butuh juga untuk didengarkan, dihargai, diterima dan diperlakukan dengan penuh ketulusan. Jangan sampai masyarakat yang sedang sakit dan datang dalam kondisi cemas dan membutuhkan pertolongan malah jadi merasa takut atau tidak diterima ketika mendapatkan pelayanan,” lanjut KDS.

Tak hanya menuntut profesionalisme, Pemkab Bandung bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) juga membawa angin segar terkait kepastian status nakes. KDS memastikan tengah memperjuangkan nasib para nakes PPPK paruh waktu agar bisa naik kelas.

“Kepada para nakes PPPK paruh waktu, insyaallah mulai 2027 diangkat menjadi penuh waktu. Ini salah satu kebahagiaan yang tentu kami bersama APKASI perjuangkan,” kata KDS.

Melalui penguatan mentalitas dan peningkatan kesejahteraan ini, KDS berharap layanan kesehatan di Kabupaten Bandung semakin berkarakter, tangguh, serta tanggap melayani seluruh lapisan masyarakat. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.