METRUM
Jelajah Komunitas

Meski TKD Dipangkas Rp1 Triliun, Bupati Bandung Pastikan Insentif Guru Ngaji dan BESTI Tetap Jalan

KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memastikan program-program prioritas bernilai kemasyarakatan tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu yang dipastikan bertahan adalah program Insentif Guru Ngaji, Beasiswa Ti Bupati (BESTI), serta pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), saat menggelar agenda Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Al-Amanah, Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang, Jumat, 9 Oktober 2026.

KDS mengungkapkan, Pemkab Bandung saat ini menghadapi tantangan penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga hampir Rp1 triliun. Meski demikian, alokasi anggaran yang menyentuh fondasi moral dan kesejahteraan warga dijamin tidak akan dipangkas.

“Kenapa harus memberikan insentif kepada guru ngaji? Karena ini merupakan komitmen dalam memuliakan ulama. Guru ngaji berada di garda terdepan dalam mendidik akhlak anak-anak,” ujar KDS.

“Insyaallah, perhatian kepada guru ngaji akan terus ditingkatkan selama saya menjabat sebagai Bupati Bandung,” tegasnya.

Selain insentif guru ngaji, Pemkab Bandung melanjutkan program Beasiswa Ti Bupati (BESTI) untuk anak-anak penghafal Al-Qur’an dari keluarga kurang mampu. Langkah ini dihadirkan guna memastikan keterbatasan ekonomi tidak memutus akses pendidikan generasi muda.

“Program BESTI ini diharapkan bisa membantu anak-anak penghafal Al-Qur’an yang orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap bisa melanjutkan pendidikan. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu membangun bangsa dan daerah,” tuturnya.

Di sektor ekonomi, KDS mendorong pelaku usaha mikro memanfaatkan fasilitas pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan dengan plafon Rp2 juta hingga Rp10 juta. Skema ini dirancang sebagai benteng pertahanan warga agar tidak terjerat praktik pinjol ilegal maupun Bank Emok.

“Pinjaman modal ini diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, dengan nilai mulai dari Rp2 juta hingga maksimal Rp10 juta. Yang penting ada kemauan untuk berusaha dan usaha yang dijalankan jelas,” katanya.

BACA JUGA:  Masuki Bulan Kemerdekaan, Bupati Bandung Minta ASN Perkuat Integritas dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Pemkab Bandung juga memasang target ambisius penciptaan 10.000 lapangan kerja per tahun. Melalui keterlibatan karang taruna, KNPI, dan pemerintah desa, warga yang belum bekerja akan didata untuk mengikuti pelatihan wirausaha hingga penyiapan tenaga kerja luar negeri, seperti pelatihan bahasa Jepang.

“Anak-anak muda harus diberikan motivasi agar berani berusaha dan mengembangkan keterampilan. Saya titip kepada para kepala desa untuk melakukan pendataan warga yang belum bekerja, sehingga bisa diarahkan mengikuti program yang tersedia,” pungkasnya. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.