Dualisme Kadin Kabupaten Bandung Resmi Berakhir, Bupati KDS Tantang Pengusaha Genjot Investasi
KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyambut hangat berakhirnya dualisme di tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung. Momentum rekonsiliasi yang mempertemukan dua tokoh daerah, Boni Anggara dan Mohamad Iqbal, itu ditandai lewat gelaran Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) I Kadin Kabupaten Bandung 2026 di Gedung Moh Toha, Soreang, Kamis (15/10/2026).
Dalam arahannya, Bupati KDS mengapresiasi kebesaran jiwa kedua belah pihak yang bersedia mengesampingkan perbedaan demi kemajuan ekonomi daerah. Ia pun langsung menantang jajaran pengurus Kadin yang baru untuk tancap gas menggaet investasi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
“Alhamdulillah, hari ini sudah kita saksikan bersama kekompakan dua putra daerah Kabupaten Bandung, Kang Boni dan Kang Iqbal, sehingga terjadi Rapimkab pertama Kadin Kabupaten Bandung. Ini menggambarkan bahwa keinginan untuk tetap bersatu sangat kuat,” ujar KDS.
Selain mengapresiasi kepemimpinan Boni Anggara di periode sebelumnya, KDS memberi ucapan selamat kepada Mohamad Iqbal yang kini resmi menakhodai Kadin Kabupaten Bandung. Menurutnya, bersatunya dunia usaha ini menjadi modal krusial untuk memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah.
“Karena Kabupaten Bandung kangen dengan Kadin Kabupaten Bandung. Saya siap berkolaborasi dengan Kadin,” tegasnya.
Dorong MoU dengan DPMPTSP
Guna memuluskan langkah investasi, KDS meminta Kadin segera membangun koordinasi intensif dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung. Menurutnya, pemetaan potensi sumber daya alam dan manusia yang dimiliki dinas terkait perlu dikolaborasikan secara konkret lewat nota kesepahaman (MoU) bersama Kadin.
Di sisi lain, Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Mohamad Iqbal, mengafirmasi bahwa Rapimkab I ini menjadi titik akhir dari dinamika panjang penyatuan organisasi. Ia mengapresiasi peran aktif Bupati Bandung yang turut menjembatani proses dialog hingga mencapai titik temu.
“Alhamdulillah, berkat bantuan Pak Bupati, Kadin hari ini bisa satu. Tidak ada dualisme lagi,” ungkap Iqbal.
Iqbal menambahkan, agenda utama Kadin Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinannya adalah menjadikan organisasi ini sebagai rumah bersama bagi para pelaku usaha sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tugas kita sederhana sekarang, pastikan pertumbuhan itu membuka lapangan kerja bagi warga,” pungkasnya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.