METRUM
Jelajah Komunitas

Ancaman Longsor Ubah Jalannya Giro d’Italia Putri 2026, Van der Breggen Tetap Kokoh di Puncak

SESTRIERE, ITALIA (METRUM) – Etape penentuan Giro d’Italia Putri 2026 berlangsung dalam situasi tak biasa. Ancaman longsor salju di jalur pendakian menuju Sestriere memaksa panitia mengubah rute secara mendadak dan memangkas jarak lomba demi keselamatan para pembalap.

Etape VIII yang semula dijadwalkan menempuh rute sepanjang 106 kilometer dari Rivoli menuju Sestriere akhirnya dipersingkat menjadi 77 kilometer dengan garis finis dipindahkan ke puncak tanjakan gravel Colle delle Finestre. Keputusan darurat tersebut mengubah dinamika balapan yang sejak awal diprediksi menjadi etape paling menentukan atau queen stage dalam perburuan gelar juara.

Meski kehilangan sebagian besar tanjakan berat yang menjadi andalannya, juara Eropa Demi Vollering dari tim FDJ-Suez tetap menunjukkan kelasnya. Pembalap asal Belanda itu keluar sebagai pemenang setelah memenangi duel sengit empat rider terdepan yang berhasil melepaskan diri dari rombongan utama.

Vollering mencatat waktu 2 jam 27 menit 47 detik, unggul tipis satu detik atas pembalap muda Kanada Isabella Holmgren dari Lidl-Trek. Posisi ketiga ditempati Antonia Niedermaier dari Canyon-SRAM, sementara pemegang jersey pink Anna van der Breggen harus puas finis di urutan keempat.

Kemenangan tersebut memang memberikan tambahan bonus waktu berharga bagi Vollering. Namun, hasil itu belum cukup untuk menggoyahkan dominasi Van der Breggen di puncak klasemen umum.

Meski kehilangan sebagian keunggulan waktunya, Van der Breggen tetap mempertahankan jersey pink dengan selisih 49 detik atas Vollering. Sebelum etape ini berlangsung, juara empat kali Giro Putri tersebut masih memimpin dengan margin lebih dari satu menit.

Dengan hanya menyisakan satu etape lagi menuju garis akhir, peluang Vollering untuk merebut gelar juara kini semakin berat. Etape IX yang digelar Minggu (7/6/2026) di sekitar Saluzzo sejauh 145 kilometer memang menghadirkan kombinasi medan perbukitan dan tanjakan, namun keunggulan waktu yang masih dimiliki Van der Breggen membuat posisi sang pemimpin klasemen sangat sulit digeser.

BACA JUGA:  Aktivitas Pesepeda Saat Puasa di Tengah Wabah Covid-19

Situasi tersebut menempatkan Van der Breggen di ambang sejarah baru. Pembalap SD Worx-Protime itu kini semakin dekat untuk mengamankan gelar Giro d’Italia Putri kelima sepanjang kariernya, sebuah pencapaian yang akan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu legenda balap sepeda putri dunia.

Peserta Giro d’Italia Putri 2026 melaju pada Etape VIII dari Rivoli ke Sestriere. (Foto: Getty Images).*

Di sisi lain, Vollering tampak belum sepenuhnya puas meski berhasil meraih kemenangan etape. Pemangkasan rute akibat ancaman longsor salju dinilai mengurangi peluangnya untuk memaksimalkan kemampuan di tanjakan panjang yang sejak awal diprediksi menjadi arena ideal untuk menyerang dan memangkas selisih waktu secara signifikan.

Etape VIII sejatinya dirancang sebagai medan tempur utama bagi para pemburu gelar. Namun faktor alam berkata lain. Keselamatan pembalap menjadi prioritas utama sehingga panitia tidak memiliki pilihan selain mengubah rute dan mengorbankan sebagian tantangan yang seharusnya tersaji di queen stage tahun ini.

Hingga akhir Etape VIII, klasemen umum Giro d’Italia Putri 2026 masih dipimpin Anna van der Breggen dengan catatan waktu total 26 jam 8 menit 24 detik. Demi Vollering berada di posisi kedua dengan selisih 49 detik, disusul Antonia Niedermaier (+1 menit 20 detik), Isabella Holmgren (+1 menit 55 detik), dan Marlen Reusser (+2 menit 58 detik).

Kini seluruh perhatian tertuju pada etape terakhir. Jika mampu menghindari masalah dan mempertahankan keunggulannya, Van der Breggen hanya tinggal selangkah lagi untuk kembali mengangkat trofi Giro d’Italia Putri dan menorehkan gelar kelimanya di ajang balap sepeda paling bergengsi di Italia tersebut. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.