METRUM
Jelajah Komunitas

Bandung Arts Festival 2026 Semarak, Seniman Indonesia dan Malaysia Tampil dalam Panggung Kolaborasi Budaya

KOTA BANDUNG (METRUM) – Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kreativitas dengan menggelar Bandung Arts Festival (BAF) #12 di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Sabtu (25/7/2026). Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi para seniman, komunitas budaya, akademisi, dan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara untuk menampilkan karya sekaligus memperkuat kolaborasi di bidang seni dan budaya. Sebagai kota yang menyandang predikat UNESCO Creative City of Design, Bandung terus berkomitmen mengembangkan ekosistem industri kreatif melalui berbagai kegiatan yang mendorong inovasi, pelestarian budaya, dan pertukaran gagasan lintas negara.

Bandung Arts Festival kembali menyuguhkan beragam atraksi seni dan budaya yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Memasuki hari kedua penyelenggaraan, festival menghadirkan berbagai workshop, pertunjukan seni, hingga kolaborasi budaya internasional yang melibatkan puluhan sanggar seni dari berbagai daerah di Indonesia serta delegasi seni dari Malaysia.

Rangkaian kegiatan meliputi workshop membatik dan sarasehan bersama Batik Komar, workshop Tari Palembang, workshop Tari Ngabatik, hingga pementasan tari tradisional dan pertunjukan musik yang berlangsung sepanjang hari. Kehadiran delegasi Malaysia turut memperkaya pertukaran budaya sekaligus mempererat hubungan antarseniman dari kedua negara.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian pengunjung adalah Tari Kolosal “Ngabatik”, sebuah pertunjukan yang memadukan unsur tari, musik, dan filosofi membatik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Selain itu, pengunjung juga disuguhi berbagai karya seni rupa, fotografi, instalasi, batik, serta beragam karya kreatif hasil kolaborasi para pelaku seni.

Panitia Divisi Perlengkapan Pameran Bandung Arts Festival, Muhammad Habibie Hidayat, mengatakan seluruh agenda pada hari kedua dirancang agar masyarakat tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui berbagai kegiatan interaktif.

BACA JUGA:  Bandung Dorong Educational Tourism untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

“Hari ini ada workshop Tari Ngabatik dan berbagai pertunjukan tari lainnya. Ada juga penampilan sanggar dari berbagai wilayah, bahkan dari Malaysia. Dilanjutkan dengan live music dan berbagai pertunjukan seni,” ujar Habibie.

Menurutnya, Bandung Arts Festival menjadi ruang ekspresi bagi para seniman sekaligus sarana untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa.

“Harapan saya dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih mengenal apa itu seni, karena seni itu lebih mahal daripada uang,” tambahnya.

Festival tersebut juga mendapat sambutan positif dari para peserta yang datang dari berbagai daerah. Salah satunya Aurora, anggota Sanggar Olah Seni Bhaswara, Kabupaten Bekasi, yang mengaku antusias mengikuti kegiatan karena memberikan kesempatan untuk bertemu sekaligus belajar dari para penari nasional maupun internasional.

“Aku dan teman-teman tertarik mengikuti kegiatan ini karena mendatangkan penari-penari terkenal dari luar negeri maupun dari berbagai kota dan daerah di Indonesia,” ungkap Aurora.

Pengalaman berkesan juga dirasakan Falisa, yang menilai Bandung Arts Festival menjadi ajang memperluas wawasan sekaligus mempererat hubungan antarseniman dari berbagai daerah dan negara. “Kegiatan hari ini seru banget karena bisa bertemu dengan penari-penari dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Melalui perpaduan pertunjukan seni, workshop, pameran, dan kolaborasi lintas budaya, Bandung Arts Festival diharapkan terus menjadi ruang kreatif yang memperkuat pelestarian budaya, mendorong lahirnya kolaborasi antarseniman, sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan seni tradisional dan kontemporer Indonesia. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.