Bandung Siaga Lawan Begal, Forkopimda Kerahkan Hingga 250 Personel Patroli Setiap Hari
KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota Bandung bersama aparat kepolisian, TNI, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat sinergi pengamanan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, khususnya aksi begal yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Langkah tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanganan dan Penindakan Kejahatan Jalanan yang digelar di Balai Kota Bandung, Senin (8/6/2026).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan penguatan patroli dilakukan sebagai tindak lanjut arahan kepolisian untuk meningkatkan langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk kriminalitas jalanan sekaligus menjaga rasa aman masyarakat.
“Kami baru saja menyelesaikan rapat koordinasi terkait pengamanan Kota Bandung. Fokusnya meningkatkan patroli pencegahan terhadap aksi begal dan berbagai tindak kekerasan jalanan agar masyarakat merasa aman dalam beraktivitas,” ujarnya.
Farhan menegaskan, penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap berada di bawah koordinasi utama Polrestabes Bandung. Namun, seluruh unsur Forkopimda akan memberikan dukungan penuh agar upaya pengamanan berjalan lebih optimal.
Menurutnya, patroli sebenarnya telah berlangsung secara rutin. Namun pemerintah ingin memastikan masyarakat mengetahui bahwa seluruh unsur keamanan, mulai dari kepolisian, TNI, Brimob hingga Denpom, terus bekerja sama menjaga stabilitas keamanan di Kota Bandung.
“Yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat adalah bahwa seluruh unsur Forkopimda terus berkolaborasi menjaga keamanan kota ini. Pengamanan tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga didukung berbagai elemen lainnya,” kata Farhan.
Penguatan pengamanan juga dilakukan hingga tingkat kewilayahan melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta koordinasi Satpol PP kecamatan bersama Polsek dan Koramil. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun sistem pengawasan berlapis mulai dari lingkungan masyarakat hingga tingkat kota.
“Pengamanan dilakukan dari level paling bawah. Siskamling terus diperkuat dan jajaran Satpol PP di kecamatan aktif berkoordinasi dengan Polsek serta Koramil untuk menjaga situasi tetap kondusif,” jelasnya.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi, sekitar 200 hingga 250 personel keamanan akan disiagakan setiap hari untuk melakukan patroli dan pengawasan di berbagai titik rawan. Jumlah tersebut akan ditambah pada malam akhir pekan maupun saat momentum tertentu yang berpotensi meningkatkan kerawanan keamanan.
Selain pusat kota, perhatian juga diarahkan ke kawasan perbatasan Kota Bandung. Pemerintah bersama aparat keamanan akan memperkuat koordinasi lintas wilayah guna mengoptimalkan patroli dan pengawasan di daerah-daerah yang dianggap rawan.
Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Dedi Supriyadi, menegaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini bersifat preventif untuk mencegah potensi meningkatnya kejahatan jalanan.
Menurutnya, kondisi keamanan Kota Bandung hingga saat ini masih dalam kategori terkendali dan belum memasuki level yang mengkhawatirkan. Meski demikian, upaya pencegahan tetap harus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Ini langkah antisipatif. Situasi Kota Bandung masih aman dan kondusif. Namun kami ingin memastikan kondisi tersebut tetap terjaga melalui sinergi yang lebih kuat dan optimalisasi berbagai program pengamanan yang sudah berjalan,” ujarnya.
Kapolrestabes menambahkan, patroli keamanan rutin selama ini akan terus ditingkatkan baik dari sisi intensitas maupun pola pengawasannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan unsur pimpinan daerah turut terlibat dalam patroli tertentu sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga keamanan kota.
Dengan penguatan patroli dan koordinasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Bandung berharap masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih tenang serta terhindar dari ancaman kejahatan jalanan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan kota. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.