Bos NVIDIA Ingatkan Pentingnya Pasokan Energi untuk Masa Depan AI dan Pertumbuhan Ekonomi
ROC, TAIWAN (METRUM) – CEO NVIDIA, Jensen Huang, menegaskan bahwa ketersediaan energi menjadi faktor paling krusial dalam mendukung perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) dan pertumbuhan ekonomi global di masa depan. Pernyataan itu disampaikannya sebelum meninggalkan Taiwan untuk melanjutkan kunjungan bisnis ke Korea Selatan guna bertemu sejumlah mitra strategis dalam rantai pasok NVIDIA.
Menurut Huang, pesatnya pertumbuhan ekonomi Taiwan menunjukkan besarnya peluang yang dapat diraih melalui revolusi AI. Ia menyoroti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Taiwan pada kuartal pertama yang mendekati 14 persen sebagai indikasi kuat bahwa sektor teknologi dan industri tengah berkembang sangat cepat.
Namun, ia mengingatkan bahwa ambisi untuk menjadi pemain utama dalam era AI tidak akan tercapai tanpa dukungan pasokan energi yang stabil dan memadai.
“Energi adalah fondasi utama pertumbuhan industri. Bukan hanya bagi Taiwan, tetapi juga seluruh negara yang ingin memperkuat ekonomi dan industrinya,” tegas Huang.
Dalam kesempatan tersebut, Huang juga menyoroti perubahan besar yang terjadi pada industri teknologi global. Menurutnya, gelombang revolusi komputasi berbasis AI telah menempatkan Taiwan sebagai salah satu pusat terpenting dalam rantai pasok AI dunia.
Meningkatnya kebutuhan komputasi untuk mendukung pengembangan AI diperkirakan akan menciptakan nilai ekonomi hingga triliunan dolar AS dalam beberapa tahun mendatang. Dalam transformasi besar tersebut, Taiwan dinilai memiliki posisi strategis sebagai pemain utama.
Huang mengungkapkan NVIDIA saat ini bekerja sama dengan sekitar 120 mitra rantai pasok di Taiwan. Untuk mengimbangi lonjakan permintaan pasar, perusahaan juga terus meningkatkan kapasitas produksinya secara signifikan.
Ia menjelaskan, platform AI generasi terbaru NVIDIA, yakni Grace Blackwell, telah memasuki tahap produksi massal berskala besar. Sementara itu, platform penerusnya, Vera Rubin, juga mulai memasuki fase produksi. Kondisi tersebut diperkirakan akan membuat aktivitas rantai pasok NVIDIA semakin sibuk dalam setahun ke depan.
Selain itu, Huang menyebut Taiwan memiliki peran penting dalam agenda global NVIDIA melalui penyelenggaraan konferensi teknologi GTC Taipei yang digelar berdekatan dengan ajang COMPUTEX. Menurutnya, kombinasi kedua acara tersebut berhasil menarik perhatian pelaku industri teknologi dunia dan semakin memperkuat posisi Taiwan sebagai pusat inovasi AI.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra industri di Taiwan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sukses NVIDIA.
“Kesuksesan NVIDIA merupakan hasil kerja bersama seluruh ekosistem industri. Kami akan terus memperkuat kolaborasi untuk mendorong perkembangan AI ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dengan nada santai, Huang bahkan berkelakar bahwa setelah padatnya rangkaian kegiatan COMPUTEX, Taiwan, pasar malam, restoran, hingga para jurnalis sudah saatnya beristirahat. Ia pun berjanji akan kembali mengunjungi Taiwan dalam waktu dekat.
Terkait kunjungannya ke Korea Selatan, Huang menegaskan negara tersebut juga memegang peran strategis dalam rantai pasok NVIDIA. Sebagai salah satu pembeli memori terbesar di dunia, NVIDIA sangat bergantung pada teknologi dan pasokan memori dari mitra-mitra industrinya di Korea Selatan untuk mendukung pengembangan sistem AI generasi berikutnya. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.