METRUM
Jelajah Komunitas

Berita Uninus, STIE Ekuitas, dan Unla Ditutup Tidak Benar

Uninus Malah Menuju PTS Unggul di Jabar dan Banten

KOTA BANDUNG (METRUM) – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten menegaskan kabar penutupan tiga perguruan tingga swasta (PTS) di Kota Bandung yakni STIE Ekuitas, Universitas Islam Nusantara (Uninus), serta Universitas Langlangbuana (Unla) sama sekali tidak benar atau hoaks.

Hal tersebut disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Samsuri di Bandung, Senin 12 Juni 2023.

“Saya tegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar atau hoaks. Dari pemberitaan yang beredar disebutkan tiga PTS yakni Uninus, Unla dan STIE Ekuitas. Untuk STIE Ekuitas dalam berita itu sanksi berat dan saat ini STIE Ekuitas sanksinya sedang dan dalam perbaikan di mana sanksi dengan status sedang itu belum dicabut oleh Kementerian Pendidikan. Perlu kami tegaskan di sini, dua PTS yakni Uninus dan Unla sudah dicabut sanksinya,” kata Samsuri menjelaskan.

Kabar terbaru menyatakan sebanyak tujuh PTS di Jabar ditutup karena tidak bisa menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pengelolaannya dengan baik.

Ia mengatakan memang ada keputusan kementerian terdapat 7 universitas atau perguruan tinggi swasta di Jabar Banten yang ditutup. “Untuk di Jabar Banten, ada 7 ya. Di antaranya di Bandung, Bekasi untuk lokasi perguruan tinggi swasta tersebut,” ucap Samsuri lagi.

Samsuri menyesalkan adanya pemberitaan di salah satu media yang menyebut bahwa tiga Universitas atau PTS juga diberikan sanksi oleh Kementerian Pendidikan. Kabar adanya penutupan Perguruan Tinggi Swasta (pts) di Jawa Barat oleh Kementerian Pendidikan, memang sudah diputuskan sejak akhir bulan Mei 2023 lalu.

Uninus unggul

Ia mengatakan justru telah ada upaya perbaikan dari manajemen PTS yang sebelumnya mendapat catatan. Untuk Uninus, misalnya, saat ini sudah mulai meningkat peringkatnya di bidang perguruan tinggi swasta. Posisi Uninus saat ini ada di peringkat ke-46 universitas di Indonesia versi edurank.

“Uninus saat ini sudah lebih baik, bahkan sudah menuju ke arah universitas unggul untuk Uninus ini, dan kami dari LLDIKTI bangga dengan capaian Uninus ini,” jelasnya.

Sementara untuk Unla dan STIE Ekuitas, Samsuri menegaskan bahwa kedua PTS itu sudah dicabut sanksi administratifnya. “Sanksi administrasi  pernah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, yakni sanksi sedang. Hanya saat ini sudah dicabut.

Samsuri menyayangkan adanya berita hoax soal Perguruan tinggi yang ditutup oleh Kementerian Pendidikan beberapa hari terakhir. “Saya setiap dikonfirmasi media soal data PTS itu tidak pernah menyebut nama universitas, Data yang beredar tentang penutupan Perguruan tinggi swasta di Jabar Banten sendiri barangkali dari data lama tahun 2020 lalu,” jelas Samsuri.

Menyesalkan

Dihubungi terpisah, Rektor Universitas Islam Nusantara (Uninus) Prof Obsatar Sinaga saat diminta konfirmasinya, sangat menyayangkan adanya berita hoaks tersebut.

“Hari ini, uninus diguncang berita itu. Saya tadi pagi berdiskusi dengan kepala LL DIKTI. Justru posisi Uninus saat ini ada di peringkat ke-46 PTS Indonesia dan peringkat keenam Universitas Islam di Indonesia,” ucap Obsatar yang akrab disapa Prof Obi.

Prof Obi heran dengan adanya pemberitaan hoaks itu. “Anehnya disebut sebagai universitas yang kena sanksi. Tapi saat ini kami masih jalan dan menuju ke unggul. Kalau begitu bagaimana kalau ranking di bawah Uninus, saya sudah perintahkan untuk melakukan penegasan agar media yang menyatakan Uninus ditutup atau kena sanksi dan sebagainya itu kita somasi,” jelasnya.

Ditegaskan Prof Obi, bahwa selama tujuh bulan terakhir ini, Uninus terbanyak melakukan publikasi jurnal internasional. “Kita buktikan dengan prestasi, tapi aneh masih ada orang tertentu yang menginginkan Uninus jelek,” katanya menegaskan.

Pada periode kepemimpinan Prof Obsatar Sinaga, Uninus banyak meraih prestasi, di antaranya peringkat ke-1 lomba cerdas cermat Universitas se Bandung Raya yang digelar Prestasi ini membuktikan Uninus yang dulu, berbeda dengan sekarang.

“Kami terus menata agar Uninus unggul dan disegani masyarakat Bandung, Jabar dan di Indonesia,” katanya. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.