METRUM
Jelajah Komunitas

Dilema Pembelajaran Online Saat Pandemi Covid-19

Oleh Hanna Nursifa R*

SAAT ini, dunia sedang menghadapi masalah besar. Berawal dari munculnya wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu virus corona yang akrab disebut Covid-19, hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan dan mendebarkan seluruh isi dunia.

Hanna Nursifa R*

Dunia perekonomian semakin lemah, hubungan sosial semakin menurun yang menyebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama.

Semuanya telah merasakan dampak dari virus Covid-19 ini, terutama pada dunia pendidikan. Kita harus siap menghadapi perubahan, karena cepat atau lambat dunia pendidikan akan mengalami perubahan drastis akibat pandemi saat ini.

Kini pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, salah satunya meliburkan aktivitas (tatap muka) seluruh lembaga-lembaga pendidikan, hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona. Hal ini tentunya berdampak besar pada perkembangan pendidikan anak, yang saat ini dituntut untuk belajar mandiri dan secara online atau daring (dalam jaringan).

Pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi pembelajaran dilakukan melalui jaringan internet. Hal ini merupakan tantangan besar bagi seorang guru, karena dalam kondisi seperti ini guru pun dituntut untuk bisa mengelola, mendesain media pembelajaran (media online) sedemikian rupa guna untuk mencapai tujuan pembelajaran dan untuk mencegah atau mengantisipasi kebosanan siswa dalam pembelajaran model daring tersebut.

Ada sisi positif dan negatif dalam pembelajaran online, yaitu:

Positif

  1. Dapat mengatur waktu. Dengan pembelajaran di rumah, siswa dapat fleksibel mengatur waktu, seperti kapan mengerjakan tugas sekolah, membantu orang tua, istirahat, beribadah, dan lain-lain.
  2. Menambah wawasan dan kemampuan menggunakan berbagai aplikasi dalam proses pembelajaran. Seperti Aplikasi Zoom untuk pembelajaran Jarak Jauh, Aplikasi ini memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan beberapa orang tanpa bertemu secara langsung.
  3. Menambah kedekatan dengan keluarga. Mempunyai waktu lebih banyak untuk berkumpul bersama keluarga.

Negatif

  1. Siswa yang belum memiliki gadget, siswa yang belum mengetahui banyak tentang penggunaan teknologi, kasus ini banyak terjadi pada siswa tingkat TK dan SD (Sekolah Dasar). Selain itu, masalah utama yang dialami siswa adalah jaringan yang tidak memadai. Hal ini merupakan tantangan besar bagi siswa dan tak terkecuali bagi orang tua karena orang tualah yang dituntut untuk mendampingi siswa dalam proses belajar online tersebut. Realita yang ada, tidak sedikit orang tua yang kurang paham, bahkan tidak mengerti mengenai penggunaan teknologi. Jelas hal ini akan menghambat keaktifan siswa atau anak dalam proses belajar daring.
  2. Kurangnya interaksi fisik antara guru dan siswa karena dalam pembelajaran online siswa hanya diberikan tugas melalui whatsapp. Kebanyakan siswa kesulitan dalam mengerjakan tugas dikarenakan tidak ada penjelasan-penjelasan awal dari guru tentang tugas yang dibebankan tersebut.
  3. Peserta didik hanya dituntut untuk mengerjakan tanpa mendapatkan penjelasan terlebih dahulu, akibatnya banyak siswa yang mengeluh dan tidak bersemangat lagi dalam mengerjakan tugas.
  4. Tugas yang diberikan guru jumlahnya banyak, sementara waktu yang diberikan sangat singkat. Bagaimana siswa bisa belajar dengan baik dalam kondisi seperti ini.
  5. Akibat kurangnya interaksi langsung antara guru dan siswa, otomatis berkuranglah internalisasi nilai-nilai karakter yang semestinya harus ditanamkan seorang guru ke dalam diri siswa. Ini akan mengakibatkan degradasi moral pada anak atau siswa, karena tugas seorang guru bukan hanya mengajar dan mentrasferkan ilmu pengetahuan (pelajaran) saja, tetapi seorang guru juga dituntut untuk mendidik (pembentukan akhlak dan karakter) siswa.

Meskipun begitu, hal ini tidak boleh mematahkan semangat guru atau dosen dan pengajar lainnya dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan juga tidak boleh mematahkan semangat siswa ataupun mahasiswa dalam belajar. Pandemi Covid-19 saat ini tidak boleh mematahkan semangat dan harapan kita semua. Di balik kesedihan yang melanda hampir di seluruh dunia, kita harus mampu mengambil hikmah dari pandemi saat ini. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir agar semuanya kembali normal.***

*Penulis, Mahasiswa Stikom Bandung

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.