Disambut Antusias Warga, Comeback CFD Dago dan Braga Beken Makin Tertib dan Bebas Brosur
KOTA BANDUNG (METRUM) – Setelah sempat dibekukan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akhirnya resmi mengaktifkan kembali kawasan Car Free Day (CFD) di Dago dan Buahbatu, sekaligus membuka kembali program Braga Bebas Kendaraan (Braga Beken) pada Minggu (4/10/2026).
Sejak pukul 06.00 WIB, gelombang warga mulai memadati kawasan Dago untuk berolahraga, bersepeda, hingga bersantai bersama keluarga. Pelaksanaan CFD Dago kali ini hadir dengan wajah baru yang jauh lebih tertib berkat sterilisasi total jalur utama dari aktivitas jualan maupun pembagian brosur komersial, serta pembagian jalur khusus bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Sistem penataan anyar tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh Adi, warga Ujungberung yang sengaja datang sejak pagi.
“Suasananya cukup ramai dan meriah. Karena sekarang lebih diperketat, tidak ada yang berjualan dan membagikan brosur di jalur utama, sehingga suasananya jadi jauh lebih fokus untuk olahraga. Pejalan kaki dan pesepeda jadi lebih leluasa,” ujar Adi.
Kenyamanan serupa diutarakan Arin, warga yang memanfaatkan momentum ini untuk gowes pagi. Keberadaan batas pemisah lajur membuat aktivitas olahraga melaju lebih aman.
“Suasananya sangat nyaman, apalagi ada pemisahan jalur antara pejalan kaki dan pesepeda. Area trotoar juga tertib, jadi kami yang bersepeda bisa berhenti sejenak untuk beristirahat dengan tenang,” tuturnya.
Kegembiraan juga diungkapkan oleh Refa, pengunjung Dago yang memboyong keluarganya untuk menikmati ruang publik tanpa asap kendaraan.
“Sudah lama libur, sekarang baru dibuka lagi. Mungkin karena baru dibuka, jadi masih belum terlalu ramai,” ujar Refa.
Harapan Udara Bersih di Buahbatu
Sementara itu di kawasan selatan kota, pengunjung CFD Buahbatu, Mardi, berharap program ini dapat konsisten berjalan demi menghadirkan ruang terbuka hijau dengan kualitas udara yang lebih bersih di tengah tingginya polusi kota.
“Mudah-mudahan CFD ini bisa berjalan seperti dulu lagi. Kita bisa jalan, jogging, atau bersepeda dengan udara yang lebih sehat,” katanya.
Ia juga berharap para pelaku UMKM dan pedagang kuliner dapat ditata dengan baik agar warga bisa berolahraga sekaligus berwisata kuliner dengan nyaman.
Braga Beken Ramai, Warga Minta Parkir Liar Dibenahi
Sektor wisata sejarah Braga juga tak kalah semarak lewat dibukanya kembali program Braga Beken. Warga dan wisatawan menyambut positif kawasan Braga yang steril dari lalu lalang kendaraan bermotor. Nuri, salah seorang pengunjung, menilai kebijakan ini membuat pejalan kaki jauh lebih nyaman tanpa khawatir tersenggol kendaraan.
“Menurut saya bagus. Kalau jalan lebih leluasa, tidak berbenturan dengan mobil atau kendaraan,” ujar Nuri.
Kendati demikian, Nuri memberikan catatan kritis terkait sejumlah evaluasi teknis di lapangan, terutama mengenai ancaman kemacetan akibat penataan parkir dan pedagang kaki lima yang belum maksimal.
“Parkirnya jangan sembarangan,” katanya.
Ia mengimbau petugas untuk menindak tegas kendaraan yang parkir di area terlarang serta mengatur posisi pedagang di pinggir jalan.
“Pedagang juga harus tertib, jangan terlalu banyak pedagang di pinggir jalan. Masih ada satu-dua yang berjualan di sana,” tambah Nuri.
Dukungan juga datang dari pelaku seni lokal kawasan Braga, Ramdan. Pengrajin wayang golek ini berharap Pemkot Bandung terus konsisten melakukan penataan kawasan secara berkelanjutan dengan merangkul para pelaku usaha dan komunitas lokal agar Braga Beken membawa dampak ekonomi positif tanpa mengorbankan ketertiban publik. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.