METRUM
Jelajah Komunitas

Disdik Kabupaten Bandung Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Gapura Panca Waluya

KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan karakter sebagai salah satu fokus utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Penguatan karakter dinilai harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi akademik agar mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Disdik Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, dalam kegiatan refleksi pendidikan karakter yang diselenggarakan Komunitas Literasi Mahasiswa (Kolma) Jawa Barat, Rabu, 15 Juli 2026. Forum tersebut menjadi ruang diskusi antara pemerintah, akademisi, dan para guru untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat implementasi pendidikan karakter di sekolah.

“Pendidikan tidak boleh berhenti pada capaian akademik semata. Yang lebih penting adalah bagaimana sekolah mampu membentuk karakter peserta didik agar memiliki integritas, etika, dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan,” kata Asep Kusumah.

Menurutnya, evaluasi terhadap sistem pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diperlukan agar setiap kebijakan yang diterapkan mampu menjawab perkembangan zaman sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan.

“Refleksi menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana pendidikan yang kita jalankan telah mencapai tujuan, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun langkah perbaikan ke depan,” ujarnya.

Dalam penguatan karakter, Disdik Kabupaten Bandung mengusung filosofi Gapura Panca Waluya sebagai landasan pembentukan peserta didik. Filosofi tersebut memuat lima nilai utama, yakni cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil), yang diharapkan mampu membentuk pribadi siswa secara utuh.

“Nilai-nilai Gapura Panca Waluya harus menjadi budaya di lingkungan sekolah sehingga peserta didik tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” tutur Asep.

Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk peserta didik yang memiliki kecerdasan sosial, emosional, spiritual, serta mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

BACA JUGA:  Grand Prix AS 2023: Kejutan Alex Rins, Hentikan Paceklik Podium Honda

Kegiatan refleksi tersebut juga menghadirkan guru bimbingan dan konseling (BK) yang berbagi pengalaman mengenai implementasi pendidikan karakter di sekolah. Berbagai masukan dari praktisi pendidikan diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Bandung.

“Harapan kami, pendidikan karakter benar-benar menjadi budaya di setiap satuan pendidikan sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Asep. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.