METRUM
Jelajah Komunitas

Ditanggapi Skeptis, Tawaran China untuk Bisnis

DAVOS, SWISS – Perdana Menteri China Li Qiang mengatakan pada hari Selasa (16/1/2024) di Davos, Swiss, bahwa perekonomian China terbuka untuk bisnis. Dia menonjolkan potensi investasi asing, dan mengatakan bahwa dunia perlu menghilangkan hambatan persaingan dan perdagangan untuk mengatasi tantangan global.

Sementara China bergulat dengan pemulihan yang lamban pascapandemi dan kemerosotan sektor real estat, para eksekutif di luar negeri semakin khawatir mengenai prospek pertumbuhan jangka panjang di negara itu untuk pertama kalinya dalam empat dekade sejak Beijing mengizinkan investasi asing.

Li mengatakan dalam pidato utama di hadapan para pemimpin bisnis di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos bahwa perekonomian China telah pulih dan bergerak naik, dan diperkirakan tumbuh sekitar 5,2% pada tahun 2023, di atas target resmi sekitar 5%.

Dia mengatakan bahwa perekonomian China mengalami kemajuan yang stabil, dapat mengatasi fluktuasi kinerjanya dan akan terus memberikan dorongan global, seraya menambahkan bahwa tren pertumbuhan jangka panjang secara keseluruhan tidak akan berubah.

Tawaran Beijing Ditanggapi Skeptis

Berkata pada tawaran serupa pada masa lalu, tawaran Li Qiang saat ini yang menyatakan China terbuka untuk bisnis telah ditanggapi dengan skeptis oleh berbagai kalangan. Tanggapan skeptis itu muncul sehubungan dengan undang-undang antispionase yang lebih luas, penggerebekan terhadap perusahaan konsultan dan uji kelayakan produk, serta larangan keluar negeri, kata badan-badan perdagangan.

“Kami akan mengambil langkah aktif untuk mengatasi kekhawatiran yang masuk akal dari komunitas bisnis global,” kata Li. Dia kemudian bertemu dengan para pemimpin bisnis dan keuangan termasuk CEO JP Morgan Jamie Dimon, CEO Bank of America Brian Moynihan, CEO Standard Chartered Bill Winters dan CEO Blackstone Steve Schwarzman saat makan siang.

Dunia usaha telah lama menyatakan kekhawatirannya mengenai pengetatan peraturan di China dan persaingan yang lebih menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan milik negara. Pada kuartal Juli-September, China mencatat defisit triwulanan pertama dalam investasi asing langsung sejak pencatatan dimulai pada tahun 1998.

Penyelenggara WEF mengatakan lebih dari 2.800 pemimpin dari 120 negara, termasuk lebih dari 60 kepala negara, akan berpartisipasi pada pertemuan tahunan tersebut. (M1-VOA/lt/ka)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.