METRUM
Jelajah Komunitas

Esther Jones, Sosok di Balik “Betty Boop” yang Terlupakan Sejarah

DI balik gemerlap karakter kartun legendaris Betty Boop, tersimpan kisah seorang performer muda kulit hitam yang nyaris hilang dari catatan sejarah. Namanya Esther Lee Jones—atau yang dikenal sebagai “Baby Esther”—penyanyi dan penari cilik yang diyakini menjadi inspirasi utama karakter ikonik tersebut. Ironisnya, ia tak pernah menerima pengakuan resmi, apalagi royalti.

Bintang Kecil dari Harlem yang Menginspirasi Dunia

Lahir sekitar 1919 atau 1920 di Chicago, Esther Jones sudah tampil di panggung sejak usia empat tahun. Dengan gaya unik—tarian energik, ekspresi jenaka, dan celotehan khas “Boop, Boop-a-Doop”—ia cepat mencuri perhatian publik. Kariernya melesat ketika tampil di New York, khususnya di klub-klub malam Harlem yang saat itu menjadi pusat budaya jazz.

Penampilannya begitu memikat hingga menarik perhatian banyak pelaku industri hiburan. Salah satunya adalah Helen Kane, penyanyi kulit putih yang kemudian mengadopsi gaya khas Esther ke dalam pertunjukannya sendiri—termasuk frasa “Boop, Boop-a-Doop” yang kelak mendunia.

Dari Panggung ke Layar: Lahirnya Betty Boop

Pada 1930, karakter Betty Boop diciptakan oleh Max Fleischer dan diproduksi oleh Paramount Publix Corporation. Karakter ini sangat terinspirasi dari persona panggung Helen Kane—yang pada gilirannya merupakan tiruan dari gaya Esther Jones.

Ketika popularitas Betty Boop meroket, Kane justru menggugat Fleischer dan Paramount dengan tuntutan sebesar 250.000 dolar, mengklaim bahwa gaya tersebut adalah miliknya. Namun, persidangan justru membuka fakta mengejutkan: gaya “Boop” telah lebih dulu digunakan oleh Esther Jones.

Esther Lee Jones, juga dikenal sebagai “Baby Esther,” terlihat di sini dalam gambar publisitas sekitar tahun 1930. (Foto: Wikimedia Commons/allthatsinteresting.com).*

Kesaksian manajer Esther, Lou Bolton, menjadi kunci. Ia mengungkap bahwa dialah yang melatih Esther menggunakan gaya vokal tersebut jauh sebelum Kane mengadopsinya. Pengadilan akhirnya memenangkan pihak Fleischer, sekaligus mengakui bahwa Esther Jones adalah sumber asli inspirasi tersebut.

BACA JUGA:  Pasar Loak: Unik, Puas dan Hemat

Namun, kemenangan itu tidak membawa keadilan bagi Esther. Ia tetap tidak mendapatkan kompensasi apa pun.

Warisan Besar, Nama yang Hilang

Setelah persidangan, jejak kehidupan Esther Jones semakin kabur. Tidak banyak dokumentasi yang tersisa, bahkan foto-fotonya sering tertukar dengan performer lain yang memiliki nama serupa. Nasib akhirnya pun masih menjadi perdebatan—beberapa sumber menyebut ia meninggal pada 1984 akibat komplikasi kesehatan, sementara lainnya menyatakan ia wafat tak lama setelah persidangan.

Yang jelas, kontribusinya terhadap budaya populer sangat besar. Betty Boop terus hidup sebagai ikon global, menghasilkan keuntungan besar melalui lisensi, merchandise, hingga festival budaya. Namun di balik semua itu, nama Esther Jones nyaris tak pernah disebut.

Kisahnya menjadi cerminan pahit dari sejarah panjang industri hiburan, di mana karya seniman kulit hitam kerap diambil alih tanpa kredit. Meski terlupakan, suara dan gaya “Baby Esther” tetap bergema—menjadi fondasi dari salah satu karakter paling abadi dalam sejarah animasi. (M1-Sumber: allthatsinteresting.com)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.