Farhan: IKA Unpad Harus Jadi Rumah Besar Alumni dan Motor Kontribusi bagi Kota Bandung
KOTA BANDUNG (METRUM) – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya peran strategis Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) sebagai penghubung antara dunia akademik, para alumni, dan masyarakat. Menurutnya, organisasi alumni tidak hanya berfungsi mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi mitra dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemikiran, jejaring, dan pengabdian.
Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Musyawarah Pemilihan Ketua IKA Unpad Kota Bandung di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Sabtu (25/7/2026).
Farhan menilai IKA Unpad memiliki potensi besar karena dihuni para alumni yang berkiprah di berbagai bidang profesi. Keragaman latar belakang tersebut menjadi modal penting untuk melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Bandung.
“Ikatan Alumni memiliki fungsi strategis sekaligus fungsi kultural. Organisasi ini harus menjadi wadah yang mampu mempererat ikatan alumni, baik yang berada di Kota Bandung, di luar daerah maupun yang masih berada di lingkungan kampus,” kata Farhan.
Ia berharap seluruh alumni tetap menjadikan IKA Unpad sebagai rumah bersama yang mampu menyatukan berbagai perbedaan. Menurutnya, keberagaman profesi, organisasi, maupun pandangan tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun solidaritas demi kepentingan almamater dan masyarakat.
“Silakan berbeda profesi, organisasi sosial, maupun organisasi politik. Namun ketika berada di IKA Unpad, semangatnya harus satu yaitu untuk almamater dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi organisasi alumni agar tetap berorientasi pada penguatan jejaring, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat, tanpa terjebak pada kepentingan di luar tujuan organisasi.
Selain itu, ia berharap proses pemilihan Ketua IKA Unpad Kota Bandung berlangsung secara demokratis, terbuka, dan mengedepankan musyawarah. Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan mampu merangkul seluruh alumni serta membangun organisasi yang inklusif.
“Kepemimpinan organisasi harus dijalankan dengan prinsip keterbukaan dan aksesibilitas yang luas. Semua anggota harus merasa memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi dalam membesarkan organisasi,” ungkapnya.
Farhan menambahkan, esensi dari proses demokrasi di lingkungan organisasi bukan hanya menghasilkan seorang ketua, tetapi juga menjaga persatuan seluruh anggota setelah proses pemilihan berakhir. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal utama agar IKA Unpad dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Yang terpenting bukan hanya siapa yang terpilih tetapi bagaimana seluruh alumni tetap bersatu setelah proses pemilihan selesai. Mari memilih yang terbaik demi kemajuan IKA Unpad Kota Bandung serta memberikan manfaat bagi Kota Bandung,” tuturnya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.