METRUM
Jelajah Komunitas

Hari Sepeda Sedunia 3 Juni: Dari Gagasan Seorang Profesor hingga Gerakan Global Ramah Lingkungan

SETIAP tanggal 3 Juni, masyarakat di berbagai negara memperingati Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day. Momentum ini bukan sekadar perayaan bagi para pesepeda, tetapi juga kampanye global yang mendorong penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi sehat, murah, dan ramah lingkungan.

Hari Sepeda Sedunia resmi ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2018 melalui resolusi Majelis Umum PBB yang dipelopori Turkmenistan dan didukung seluruh negara anggota. Dalam resolusi tersebut, sepeda diakui sebagai alat transportasi sederhana yang telah digunakan manusia selama lebih dari dua abad dan memiliki kontribusi besar bagi pembangunan berkelanjutan.

Gagasan lahirnya Hari Sepeda Sedunia berawal dari inisiatif Profesor Sosiologi asal Amerika Serikat, Leszek Sibilski. Melalui sejumlah tulisan dan kampanye yang dimulai sejak 2015, ia mendorong dunia internasional untuk memberikan pengakuan khusus terhadap peran sepeda dalam kehidupan masyarakat modern.

Usulan tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan global yang mendapat dukungan berbagai organisasi internasional hingga akhirnya diadopsi secara resmi oleh PBB pada 12 April 2018. Sejak saat itu, tanggal 3 Juni diperingati sebagai Hari Sepeda Sedunia setiap tahunnya.

Peringatan ini memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar aktivitas olahraga. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai sepeda berperan penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi polusi udara, mendukung mobilitas berkelanjutan, hingga membantu menekan kemacetan perkotaan.

Gerakan Pelajar Bersepeda SMPN 36 Kota Bandung (Foto: Dok. Metrum).*

Bahkan, PBB melalui resolusi tahun 2022 mendorong integrasi sepeda ke dalam sistem transportasi publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah di berbagai negara didorong untuk membangun budaya bersepeda yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain berdampak positif bagi lingkungan, bersepeda juga terbukti memberikan berbagai manfaat kesehatan. Aktivitas ini membantu membakar kalori, menurunkan berat badan, memperkuat otot kaki, menjaga kesehatan jantung, serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

BACA JUGA:  Menangkap Peluang Euforia Bersepeda di Masa Pandemi

Tak hanya itu, bersepeda juga berkontribusi terhadap kesehatan mental. Aktivitas fisik ini dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, sekaligus meningkatkan konsentrasi serta fungsi kognitif. Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa bersepeda secara rutin mampu meningkatkan kualitas hidup, terutama pada kelompok lanjut usia.

Bagi masyarakat yang baru memulai gaya hidup aktif, bersepeda menjadi pilihan olahraga yang relatif aman dan mudah dilakukan. Intensitasnya dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing tanpa memberikan beban berlebihan pada persendian.

Dalam berbagai peringatan Hari Sepeda Sedunia, komunitas sepeda di sejumlah daerah biasanya menggelar kegiatan seperti gowes bersama, kampanye keselamatan berlalu lintas, edukasi budaya bersepeda ke sekolah, hingga gerakan promosi transportasi ramah lingkungan.

Di tengah tantangan kemacetan dan polusi yang semakin meningkat di kota-kota besar, Hari Sepeda Sedunia menjadi pengingat bahwa solusi mobilitas masa depan tidak selalu harus mahal atau rumit. Terkadang, jawabannya sudah ada sejak dua abad lalu: sebuah sepeda! (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.