IPM Kabupaten Bandung Terus Naik, KDS Perkuat Layanan Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi Warga
KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kabupaten Bandung terus mengakselerasi peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan tiga indikator utama Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yakni kesehatan, pendidikan, dan daya beli. Berbagai program layanan dasar terus dioptimalkan sebagai langkah mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat menghadiri kegiatan Jumat Keliling (Jumling) ke-163 di Masjid Jami Husnul Khotimah, Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Jumat (17/7/2026).
Bupati yang akrab disapa Kang DS mengatakan, program Jumling bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan seluruh program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Silaturahmi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Melalui program Jumat Keliling, kami bisa mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memastikan program-program pemerintah berjalan dengan baik di lapangan,” ujar KDS.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari capaian angka statistik, tetapi dari sejauh mana kebijakan pemerintah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang merata, pendidikan yang mudah diakses, hingga peningkatan taraf ekonomi warga.
Dalam kesempatan tersebut, KDS mengungkapkan IPM Kabupaten Bandung kini mencapai 75,58 poin, didukung peningkatan di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Salah satu indikator yang mengalami kenaikan adalah Angka Harapan Hidup (AHH) yang kini mencapai 75,70 tahun.
Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program pemerintah, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, penataan kawasan permukiman melalui pengurangan rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga penguatan budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Harapan hidup yang meningkat ini tentu ditunjang oleh berbagai faktor, mulai dari penerapan pola hidup sehat di masyarakat, berkurangnya rumah tidak layak huni, hingga pemerataan fasilitas kesehatan. Saat ini kita sudah menyelesaikan pembangunan lima RSUD Bedas baru dan tahun ini akan bertambah lagi di Cimenyan sehingga total akan ada sembilan RSUD demi mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, Pemkab Bandung terus mendorong peningkatan Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C dengan target 50.000 peserta setiap tahun.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperluas akses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Ti Bupati (BESTI) yang ditujukan bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu.
“Kita tidak ingin ada anak-anak kita yang memiliki potensi terhambat sekolahnya karena kendala ekonomi. Program BESTI ini kami siapkan khusus untuk memfasilitasi anak-anak berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemkab Bandung juga memperkuat pembangunan karakter melalui pemberian insentif kepada sekitar 16.000 guru ngaji dengan alokasi anggaran mencapai Rp109 miliar setiap tahun sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membangun akhlak generasi muda.
Pada sektor kesejahteraan sosial, KDS menginstruksikan pemerintah desa, RT, dan RW untuk meningkatkan kepedulian terhadap warga serta menyiapkan buffer stock atau cadangan pangan di setiap desa sebagai langkah antisipasi apabila terdapat masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
Di saat yang sama, Pemkab Bandung juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program penciptaan 10.000 wirausaha muda serta pembukaan lapangan kerja baru setiap tahun.
“Saling peduli terhadap tetangga sekitar adalah kunci utama kekuatan sosial kita. Jangan sampai ada warga kita yang kesulitan makan tanpa sepengetahuan pengurus lingkungan. Di samping itu, untuk mendongkrak ekonomi warga, kita juga terus mendorong penciptaan 10.000 wirausaha muda dan pembukaan lapangan kerja baru setiap tahunnya,” katanya.
Menutup sambutannya, Kang DS meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat agar dirinya bersama Wakil Bupati serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus menjalankan amanah dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang semakin Bedas.
“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah untuk terus membangun Kabupaten Bandung yang semakin Bedas,” tuturnya. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.