Jarang Cuci Handuk? Dokter Ungkap Risiko Jutaan Bakteri Mengintai
KAPAN terakhir kali handuk mandi dicuci? Banyak orang menganggap handuk tetap bersih karena digunakan setelah tubuh selesai mandi. Namun, anggapan tersebut dibantah oleh dunia medis. Handuk yang lembap justru menjadi media ideal bagi bakteri untuk berkembang biak jika tidak dibersihkan secara rutin.
Dilansir dari RTI, dokter spesialis dada dan perawatan kritis, Huang Xuan, mengingatkan bahwa handuk yang jarang dicuci dapat menyimpan jumlah kuman yang sangat tinggi. Ia mengutip hasil penelitian dari Universitas Arizona, Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa handuk yang tidak dicuci selama tiga hari dapat mengandung hingga 80 juta kuman.
“Jika handuk tidak dicuci selama tiga hari, jumlah kumannya bisa mencapai 80 juta. Itu seperti mengelap tubuh menggunakan kloset,” ungkap Dokter Huang Xuan.
Ia menambahkan, kondisi tersebut akan semakin memburuk jika handuk dibiarkan tanpa dicuci selama satu minggu. Dalam rentang waktu itu, ratusan juta bakteri dapat berkembang dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Menurut Huang Xuan, terdapat beberapa jenis mikroorganisme berbahaya yang kerap ditemukan pada handuk lembap. Salah satunya adalah Escherichia coli (E. coli), bakteri penyebab gangguan saluran pencernaan seperti diare dan sakit perut. Selain itu, terdapat Staphylococcus aureus, bakteri yang secara alami ada di kulit manusia, namun dapat memicu infeksi kulit, luka bernanah, hingga memperparah jerawat jika berkembang biak di handuk.
Tak hanya bakteri, jamur juga menjadi ancaman serius. Lingkungan kamar mandi yang hangat dan lembap membuat spora jamur mudah tumbuh di handuk, yang berisiko menimbulkan alergi, dermatitis, hingga gangguan pernapasan, terutama bagi orang dengan sensitivitas tertentu.
Untuk mencegah risiko tersebut, Dokter Huang Xuan membagikan sejumlah panduan sederhana namun efektif. Ia menyarankan agar handuk mandi dicuci setiap dua hingga tiga kali pemakaian atau minimal seminggu sekali. Sementara itu, handuk tangan idealnya dicuci setiap satu hingga dua hari, dan handuk wajah sebaiknya diganti setiap hari.
Dalam proses pencucian, handuk dianjurkan direndam terlebih dahulu dalam air panas atau air sabun selama sekitar 10 menit untuk membantu membunuh kuman. Setelah dicuci, handuk harus dikeringkan secara menyeluruh di tempat dengan sirkulasi udara baik. Menggantung handuk basah di kamar mandi yang lembap justru dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur.
Ia juga menekankan bahwa handuk merupakan barang pribadi yang tidak boleh digunakan secara bergantian. Selain itu, meskipun dirawat dengan baik, handuk tetap memiliki masa pakai dan sebaiknya diganti setiap dua hingga tiga bulan demi menjaga kebersihan maksimal.
Dalam kondisi cuaca panas dan lembap, atau bagi mereka yang memiliki masalah kulit seperti jerawat dan eksim, frekuensi pencucian handuk disarankan lebih sering, bahkan setiap hari. Menurut Huang Xuan, handuk bersih bukan hanya soal kenyamanan, melainkan bagian penting dari perlindungan kesehatan sehari-hari. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.