METRUM
Jelajah Komunitas

Kemenhan RRT: Provokasi Politik Buruk, Pesawat Angkut Militer AS Mendarat di Taiwan

TAIWAN, ROC – Berkaitan dengan AS mengutus 3 senator berkunjung ke Taiwan dengan menggunakan pesawat angkut militer AS dan mendarat di bandara Songshan, Juru Bicara Kementerian Pertahanan RRT Wu Qian, pada Selasa (8/6/2021) seperti dilansir dari RTI menyampaikan, Senator AS naik pesawat militer mendarat di Taiwan, memanfaatkan Taiwan sebagai alat untuk “show-off” permasalahan politik, untuk menantang Satu Tiongkok, ini adalah tindakan provokasi politik yang sangat buruk.

Ini merupakan respons dari Kemenhan RRT terhadap pesawat militer AS pertama mendarat di Taiwan. Sebelumnya, Kantor Urusan Taiwan, Senin (7/6) sudah memberikan tanggapan bahwa menekankan prinsip Satu Tiongkok dan tidak memberi komentar terhadap pesawat militer AS mendarat di Taiwan.

Menurut pers rilis yang dimuat pada situs resmi Kemenhan RRT, Wu Qian menyampaikan, senator AS “naik pesawat angkut militer ke Taiwan, memanfaatkan Taiwan sebagai alat untuk “show-off” permasalahan politik, menantang prinsip Satu Tiongkok, bermaksud menggunakan Taiwan untuk mengendalikan Tiongkok, ini adalah tindakan provokasi politik yang sangat buruk, pihaknya menyerukan sikap menentang dengan keras.

Ia menambahkan, terus menekankan prinsip lama yakni Konsep Satu Tiongkok dan meminta agar AS segera menghentikan segala jenis hubungan resmi dan urusan kemiliteran dengan Taiwan, tidak memberikan “sinyal “apapun terkait kedaulatan Taiwan yang ingin memecah belah kekuatan.

Terakhir Wu Qian menyampaikan, “Jika ada pihak yang berani memecah kesatuan dan memisahkan Taiwan dari RRT, maka Daratan Tiongkok akan melepas tentara untuk melakukan perlawanan, bersikeras untuk mempertahankan persatuan negara dan integritas territorial.

3 Senator federal AS diantaranya Ladda Tammy Duckworth, Daniel Scott Sullivan dan Christopher Andrew Coons pada Minggu (6/6) pagi naik pesawat angkut militer AS C-17 Globemaster III mendarat di bandara Songshan dan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: