METRUM
Jelajah Komunitas

Manfaatkan Lahan Sekolah dan Media Barang Bekas, Ribuan Anggota Pramuka Kabupaten Bandung Sukseskan Panen Raya Cabai 2026

KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – wartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menggelar Panen Raya Ketahanan Pangan melalui Gerakan Menanam Cabai 2026 di SMP Negeri 2 Banjaran, Kamis (29/10/2026). Ajang ini menjadi wujud kontribusi konkret Gerakan Pramuka dalam memperkuat swasembada dan kemandirian pangan nasional berbasis sekolah.

Panen raya dipusatkan di SMPN 2 Banjaran dan terhubung secara serentak (hybrid) via Zoom Meeting dengan gugus depan di 31 Kwartir Ranting se-Kabupaten Bandung.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, menegaskan bahwa Gerakan Menanam Cabai bukan sekadar kegiatan bercocok tanam biasa, melainkan bagian dari perayaan Bulan Bakti Pramuka 2026 yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

“Gerakan Menanam Cabai bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan bentuk kontribusi nyata Gerakan Pramuka dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Emma.

Pendidikan Karakter dan Pemanfaatan Barang Bekas

Ketua Panitia Pelaksana, Ria Herawati, melaporkan bahwa program edukasi budidaya ini telah bergulir sejak 1 Agustus hingga 28 Oktober 2026. Selama tiga bulan, para anggota Pramuka lintas tingkat—mulai dari Prasiaga, Siaga, Penggalang, hingga Penegak—diajarkan memanfaatkan pekarangan sekolah serta limbah barang bekas sebagai wadah atau media tanam.

Selain membangun kedisiplinan dan kepedulian lingkungan, pelaksanaan program diuji melalui dua kategori kompetisi, yakni prestasi kualitas (proses budidaya dan kelayakan tanaman) serta prestasi kuantitas (jumlah total bobot panen).

Dalam pengumuman hasil penilaian Tim Pokja Kwarcab, Kwartir Ranting Kecamatan Ibun berhasil memboyong penghargaan sebagai Kwartir Ranting Terlengkap. Sementara itu, gugus depan SMPN 2 Banjaran meraih Juara I Kategori Penggalang SMP Putri.

Sinergi Lintas Sektor Demi Keberlanjutan

Keberhasilan gerakan swasembada skala sekolah ini merupakan buah sinergi antara Kwarcab Pramuka dengan Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dispora Kabupaten Bandung.

BACA JUGA:  Soroti Tantangan Era Digital, Wali Kota Bandung: Pendidikan Karakter Wajib Tatap Muka

Melalui dialog virtual langsung dengan para peserta di sekolah masing-masing, Kwarcab mendorong agar tradisi menanam ini tidak berhenti sebatas seremonial panen raya, melainkan berlanjut menjadi gaya hidup produktif di lingkungan keluarga dan masyarakat. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.