Didera Cedera Pergelangan Tangan, Jorge Martin Jalani Perawatan Khusus Jelang Duel Sengit Lawan Marquez di GP Malaysia
TENSI perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 kian memanas mendekati putaran ke-19 di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 31 Oktober–1 November 2026. Persaingan ketat kini menyisakan duel dua pembalap papan atas Spanyol sekaligus bentrok dua pabrikan raksasa Italia: Marc Marquez (Ducati Lenovo) yang memimpin klasemen dan Jorge Martin (Aprilia Racing) yang menempel ketat di posisi kedua dengan selisih tipis 10 poin.
Martin datang ke Malaysia dengan membawa beban cedera pasca-insiden kecelakaan berkecepatan tinggi saat berduel sengit melawan Marquez pada Sprint Race GP Australia akhir pekan lalu. Kendati terhindar dari patah tulang, pergelangan tangan kanan pembalap Aprilia tersebut mengalami retak dan pembengkakan serius yang berpotensi mengganggu kendali motor di lintasan.
Demi menjaga asa juara di empat seri tersisa, Martin langsung terbang ke Kuala Lumpur untuk menjalani terapi khusus bersama fisioterapis pribadinya, Aitor Thomas, yang didatangkan langsung dari Spanyol.
Peringatan Legenda MotoGP: Martin Harus Taktis!
Melihat kondisi fisik Martin yang tidak optimal, legenda balap dunia asal Australia sekaligus pemegang 5 gelar juara dunia kelas utama, Mick Doohan, menilai perjuangan sang juara bertahan akan sangat berat saat menghadapi Marquez yang tampil bugar.
“Perjuangan akan berat bagi Martin pada kondisi lengan kanannya saat ini, apalagi sirkuit Sepang, Malaysia adalah salah satu sirkuit cepat dengan tikungan-tikungan sulit yang membutuhkan kondisi fisik yang amat bugar. Apalagi lawan yang dihadapi adalah Marc Marquez sangat piawai di tikungan,” ungkap Doohan kepada Eurosport.
Pantang Emosi Demi Menjaga Asa Juara
Di tengah performa motor Aprilia dan Ducati yang kian berimbang musim ini, Doohan mengingatkan Martin agar tampil lebih dingin dan terukur. Menurutnya, kesalahan kecil atau tindakan terburu-buru seperti di Australia bisa berakibat fatal bagi peluang juaranya.
“Martin harus taktis tidak emosi karena terlalu forsir bisa terjatuh lagi seperti dialami Martin di GP Australia (sprint race), finis suatu keharusan karena bila terjatuh tanpa poin, persaingan menjadi juara dunia akan tertutup,” tegas Doohan.
Dengan tersisa empat seri penentu—Malaysia, Qatar, Portugal, dan Valencia—duel di Sirkuit Sepang dipastikan menjadi ujian krusial bagi ketahanan fisik serta mental bertanding Jorge Martin dalam membendung laju Marquez. (M1-BK)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.