METRUM
Jelajah Komunitas

Molano Rebut Etape II, Syritsa Tetap Kuasai Kaus Kuning

Logo LTdL 2022.*

RAUB, MALAYSIA (METRUM) – Pemegang kaus kuning Gleb Syritsa (22) mantan waga Rusia dari Astana Pro Team (Kazakstan) yang sukses memenangi adu sprint finis etape I harus puas di posisi ketiga pada adu sprint massal etape II balap sepeda Petronas Le Tour de Langkawi (LTdL) 2022, Malaysia Rabu (12/10/2022) dari Kuala Klawang finis di Dataran Raub, kota yang dahulunya dikenal sebagai tambang Emas terkemuka di Malaysia. Namun kaus kuning tanda pimpinan umum aman dalam genggaman Syritsa.

Tampil sebagai pemenang pada etape II ini sejauh 178 km, pemenang etape terakhir di Vuelta Espana 2022 sprinter asal Kolombia Juan Sebastian Molano yang memperkuat UAE Team Emirates mengalahkan Craig Wiggins (Ara Pro Racing/Australia) dan Gleb Syritsa (Astana Pro Team/eks. Rusia) di urutan kedua dan ketiga serta peloton 107 atlet yang finis bersamaan dengan waktu sama 4 jam 9 menit 20 detik.

Bagi Syritsa meski gagal mengulang sukses memenangi etape II, atlet Astana Pro Team ini menyatakan dirinya telah berupaya keras memenangi etape II untuk mengulang suksesnya di etape I namun beberapa “break away” yang terjadi sepanjang lomba dan tiupan angin kencang menyebabkan dirinya dan tim Astana harus bekerja keras dengan target mempertahankan kaus kuning.

Peserta Petronas Le Tour de Langkawi 2022 diambil fotonya dari rumah panggung penduduk, melaju di etape II (Kuala Klawang – Raub), Rabu (12/10/2022). (Foto: LTdL).*

“Lomba masih panjang, dan etape III Kamis (13/10/2022) rute tanjakan berat ke Genting Highlands jadi kami harus taktis dan menghemat tenaga untuk etape III dan lima etape lainnya. Saya puas bisa tetap mempertahankan kaus kuning,” ungkap Syritsa.

Di klasemen umum, Gleb Syritsa memimpin dengan total waktu tercepat 7 jam 52 menit 49 detik unggul 8 detik atas Erlend Blikra (Uno X Pro Norwegia) dan ketiga Jambaljamts Sainbayar (Terengganu Polygon team/Mongolia) + 8 detik. Sementara di klasemen Asia (kaus putih) Sainbayar masih memimpin dibuntuti dua atlet Thailand, kedua Peerapol C. (Thailand Continental Team) waktu sama dan Sarawut Sriromachai (Thaland Continental Team) + 6 detik dan keempat Aiman Cahyadi (Tim Mula/Indonesia) + 6 detik.

Sementara kaus hijau (king of sprint) juga dipegang pemegang kaus kuning Gleb Syritsa (Astana). Sedangkan klasemen king of mountain (kaus polka dot) dipegang atlet tuan rumah Nur Aiman Mohd. Zariff (Terengganu Polygon Team/Malaysia).

Pada lomba etape II LTdL, persaingan cukup seru, upaya break away terjadi beberapa kali namun selalu berhasil dinetralisir. Termasuk seorang atlet yang berupaya lolos tapi tertangkap oleh peloton yang tak membiarkan upaya break away berhasil. Peloton utama yang dimotori tim Astana selalu tampil solid melindungi pemegang kaus kuning Gleb Syritsa (Astana). Tim lainnya yang bekerja keras adalah UAE Teqam Emirates untuk meloloskan sprinter andalannya Sebastian Molano.

Peloton akhirnya bertahan hingga mendekati finis di Dataran Raub, dan adu sprint yang dibuka oleh tim Astana untuk meloloskan Gleb Syritsa namun UAE Team Emirates yang sukses meloloskan ujung tombak sprinter Sebastian Molano yang akhirnya sukses memenangi adu sprint finis masal.

Menghadapi etape III, Kamis (13/10/2022) yang merupakan rute tanjakan berat Putra Jaya – Genting Highlands  123,7 km, finis di ketinggian 1.600 m (kategori Hors) menjadi etape kunci untuk menjadi juara umum LTdL 2022. Para jago tanjakan akan beraksi untuk bersaing merebut kaus kuning (pimpinan umum) yang pastinya akan bepindah tangan dari genggaman Gleb Syritsa (Astana) yang merupakan sprinter direbut para climber (jago tanjakan) tangguh dari tim pro divisi 1 ataupun tim pro divisi 2.

Rombongan peserta Petronas Le Tour de Langkawi 2022 dielukan penonton pada etape II Rabu (12/10/2022) Kuala Klawang – Raub 178 km. (Foto: LTdL).*

Bagi jago tanjakan Aiman Cahyadi asal Kota Bandung, unggulan Indonesia dari tim Mula, etape III menjadi kesempatan untuk bisa bersaing dengan pada jago tanjakan Asia lainnya memperebutkan kaus putih, klasemen Asia yang hingga etape II dikuasai atlet Mongolia Jambaljants Sainbayar (Terengganu Polygon Team-Malaysia).

“Saya akan berupaya keras di rute tanjakan ke Genting Highlands yang beratnya sama dengan Tanggkuban Parahu. Pengalaman saya di Kejurnas Tanjakan Pikiran Rakyat Trophy akan jadi modal kuat,” ungkap Aiman peraih emas pada PON 2016 finis di Tangkuban Parahu.

Hal ini diamini ofisial tim Mula, Arin Iswara mantan atlet Jabar asal Pangandaran. “Kita usahakan Aiman bisa unjuk gigi bersaing dengan atlet Asia lainnya untuk perebutan kaus putih,” ujar Arin. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: