METRUM
Jelajah Komunitas

Pelatihan Digital Marketing Buka Peluang Baru bagi Pelaku Usaha Disabilitas di Kota Bandung

KOTA BANDUNG (METRUM) – Pelatihan digital marketing bagi penyandang disabilitas yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung membuka peluang baru bagi peserta untuk mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital dan media sosial.

Program tersebut dinilai menjadi langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas, sekaligus memperluas akses promosi produk maupun jasa agar lebih dikenal masyarakat luas.

Salah seorang peserta, Sri Nur Suqhi, penyandang tunanetra asal Ujungberung, mengaku pelatihan tersebut sangat membantu dirinya dalam mengembangkan usaha jasa terapi pijat yang selama ini dijalani.

Menurut Sri, kemampuan digital kini menjadi kebutuhan penting agar pelaku usaha disabilitas tidak tertinggal di tengah perkembangan teknologi dan pola promosi berbasis media sosial.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami teman-teman tunanetra. Kami belajar menggunakan media sosial hingga memposting produk dan jasa agar lebih dikenal masyarakat,” ujarnya di Kantor Disnaker Kota Bandung, Senin 25 Mei 2026.

Ia juga mengapresiasi Disnaker Kota Bandung yang dinilai terus menghadirkan ruang pelatihan yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas untuk berkembang.

“Saya mewakili teman-teman disabilitas mengucapkan terima kasih kepada Disnaker Kota Bandung yang sudah menghadirkan pelatihan digital marketing ini. Harapannya semua bisa mengakses media sosial dengan setara dan inklusif,” katanya.

Sri berharap ilmu yang didapat selama pelatihan dapat langsung diterapkan untuk memperluas pasar jasa terapi pijat yang ia jalankan, sekaligus menjadi bekal penting bagi penyandang disabilitas lainnya.

“Sekarang saya jadi tahu bagaimana cara memasarkan jasa yang saya miliki. Ilmu ini pasti sangat bermanfaat untuk ke depannya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Sofiah asal Sukagalih, Kota Bandung. Ia mengikuti pelatihan tersebut untuk memperkuat promosi usaha jasa pijat yang selama ini ditekuni.

BACA JUGA:  Festival Garuda Jaya, Peluang Disabilitas Dapat Pekerjaan Sesuai Keahlian

Menurut Sofiah, pemasaran digital menjadi tantangan baru yang harus dipelajari agar usaha kecil miliknya mampu bersaing dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

“Saya ingin belajar bagaimana cara mengembangkan usaha supaya jasa pijat yang saya miliki bisa diketahui lebih banyak orang,” ujarnya.

Ia pun berkomitmen memanfaatkan seluruh materi pelatihan selama tujuh hari untuk diterapkan langsung dalam pengembangan usahanya.

“Saya akan mencoba mempraktikkan semua ilmu yang diberikan. Mudah-mudahan setelah pelatihan ini usaha saya bisa berkembang lebih baik,” harapnya. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.