METRUM
Jelajah Komunitas

Pemkot Bandung Kaji Penataan Nama Taman, Wali Kota Pastikan Sejarah Tetap Terjaga

KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan kajian penamaan taman kota yang berlandaskan sejarah dan budaya.

Pemkot Bandung tengah melakukan kajian penataan nama taman kota untuk memastikan penamaan ruang publik tetap menjaga memori kolektif warga serta memiliki dasar dokumentasi yang kuat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, proses penataan toponimi taman tidak dilakukan secara sepihak. Sejumlah dokumen awal telah diserahkan kepada para budayawan untuk dikaji lebih mendalam, dengan dukungan data dan arsip yang dimiliki Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus).

“Budayawan sedang mendalami kajian tersebut, ditambah dokumen-dokumen pendukung dari Disarpus. Nantinya akan kami sesuaikan,” ujar Farhan.

Dalam kajian tersebut, dimungkinkan satu taman memiliki lebih dari satu nama. Nama lama yang telah dikenal dan digunakan masyarakat tidak akan dihapus, melainkan dapat dipertahankan sebagai alias, dengan penambahan nama berdasarkan temuan historis.

“Bisa saja satu taman memiliki beberapa nama. Nama lama tetap dipakai, lalu ditambah,” jelasnya.

Farhan mencontohkan, selama ini terdapat sejumlah taman yang dikenal masyarakat dengan sebutan berbeda-beda. Perbedaan tersebut justru dinilai penting karena mencerminkan dinamika sejarah serta kebiasaan warga dari masa ke masa.

“Dokumen-dokumen semacam itu sedang kami kumpulkan,” katanya.

Terkait anggaran, Farhan memastikan kajian toponimi taman kota tidak membutuhkan biaya besar. Kegiatan ini masuk dalam anggaran rutin dan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.

“Anggarannya rutin dan tidak besar, tidak sampai miliaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, kajian ini melibatkan Disarpus serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan bukan sekadar bagian dari pemeliharaan taman. Prosesnya juga akan melalui uji akademis yang berpotensi memunculkan diskursus publik.

“Kajian itu harus melalui uji akademis. Pasti akan ada perdebatan yang menarik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ribuan Orang Rusia Kabur ke Thailand Hindari Perang

Farhan menargetkan kajian penataan nama taman kota dapat rampung pada Maret mendatang. Ia berharap proses ini menjadi ruang dialog terbuka agar penataan ruang publik di Kota Bandung tetap menghormati sejarah dan identitas warganya.

“Target kami, Maret sudah selesai,” pungkas Farhan. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.