METRUM
Jelajah Komunitas

Penundaan Kompetisi, Sepakbola Indonesia Bagai Mati Suri!

SEPAK BOLA merupakan olahraga paling populer di dunia saat ini, hampir setiap negara mempunyai kompetisi sepakbola, dan orang di berbagai belahan dunia menyukai olahraga yang satu ini. Di Indonesia, kompetisi sepak bola profesionalnya selalu ramai ditonton, baik di stadion maupun di televisi.

Di masa pandemi covid-19, sepak bola Indonesia bagaikan mati suri. Bagaimana tidak? Hampir 1,5 tahun sepakbola Indonesia tidak berjalan kompetensinya. Terakhir kali kompetensi Liga 1 bergulir pada tahun 2020, itupun diberhentikan seiring masuknya virus covid-19 ke Indonesia. Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut, tidak dilanjutkan dan berhenti di tengah jalan. Sampai saat ini, klub dan fans pecinta sepak bola seakan-akan kebingungan. Apakah kompetisi bakal dilanjutkan atau tidak? Ini menjadi pertanyaan banyak pihak.

Dampak yang paling berat dirasakan saat ini dengan diberhentikannya kompetisi sepak bola di Indonesia adalah klub yang ikut berkompetisi. Tim sepak bola yang berlaga di Liga 1 dan Liga 2 mengalami kerugian sampai miliaran rupiah, bahkan beberapa klub terpaksa membubarkan timnya karena mengalami kesulitan finansial. Perusahaan-perusahaan yang menjadi sponsor memutus kontrak dan imbasnya mereka tidak dapat membayar gaji pemain dan official tim.

Di tahun 2021 ini, harapan kembali muncul bagi sepakbola indonesia, rencananya PT.LIB selaku operator Liga 1 akan menjalankan kompetensi. Namun sayang harapan itu kembali sirna, Liga 1 kembali ditunda sampai 20 Agustus 2021 mendatang. Lebih jauh, banyak klub yang menjadi korban akibat penundaan. Mereka sudah mengeluarkan dana yang begitu besar untuk membeli pemain dan mempersiapkan timnya untuk mengikuti kompetisi. Penundaan kompetisi ini membuat banyak klub kecewa.

Keluhan akibat penundaan liga dan ketidakpastian bergulirnya kompetisi disampaikan Direktur Persija Jakarta Ferry Paulus.

“Harus diakui, memang ini sangat berdampak untuk Persija. Khususnya terkait teknis dan fisik para pemain. Sebelum PPKM Darurat, Persija sudah masuk tahap finalisasi menuju kick-off Liga 1. Dalam hal ini, materi latihan kami, fisik para pemain, kesiapan para pemain,” kata Ferry Paulus.

Bukan hanya persija, manajemen Persib Bandung pun mengalami hal serupa. Hal tersebut disampaikan Direktur Persib Bandung Teddy Tjahjono bahwa penundaan kompetisi merugikan klub dan hingga saat ini belum jelas kapan kompetisi bakal bergulir kembali. “Sampai saat ini, belum ada (kabar kelanjutan kompetisi), pusing nih. Kalau kerugian pasti ada, saya tidak bisa sebut, tapi yang pasti banyak,” ujar Teddy dikutip dari Kompas.com. (Rizvi Adam Nurmansyah/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.