METRUM
Jelajah Komunitas

Restoran di Pasirkaliki Diduga Picu Keracunan 24 Warga, Dinkes Bandung Temukan Bahan Makanan Campur Sabun!

KOTA BANDUNG (METRUM) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menerjunkan Tim Kesehatan Lingkungan dan Tim Reaksi Cepat untuk menginspeksi sebuah restoran di Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung. Langkah mendadak ini diambil menyusul munculnya dugaan keracunan massal yang hingga Selasa (6/10/2026) sore telah menelan 24 korban terlaporkan.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi higiene dan sanitasi restoran yang cukup memprihatinkan. Penataan bahan makanan bercampur dengan bahan kimia bahaya, hingga penjaaman makanan yang mengabaikan standar perlindungan diri.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung, Dewi Primasari, membeberkan bahwa sarana dan tata ruang restoran yang sempit menjadi salah satu pemicu buruknya sanitasi.

“Secara umum dari pemeriksaan awal memang masih ada beberapa hal terkait higiene dan sanitasi yang perlu diperbaiki lagi oleh pihak restoran,” ujar Dewi saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).

Tim Dinkes menemukan bahan makanan segar dan kering disimpan tanpa pemisahan yang jelas, bahkan berada dekat dengan cairan pembersih serta sabun pencuci piring. Tak hanya itu, manajemen restoran dinilai lalai menerapkan sistem first in first out (FIFO) maupun first expired first out (FEFO) dalam mengelola stok bahan baku.

“Masih perlu diperbaiki pemisahan-pemisahannya. Kemudian karena lokasinya tidak begitu luas, perlu penataan ulang,” kata Dewi menyoroti buruknya tata kelola dapur restoran tersebut.

Sisi kedisiplinan pekerja tak luput dari semprotan Dinkes. Para penjamah makanan ditemukan mengabaikan alat pelindung diri dasar seperti masker dan penutup rambut (hair net) saat mengolah hidangan untuk konsumen.

“Dari faktor perilaku, penjamah makanan juga perlu diperbaiki. Pelindung dirinya, masker, kemudian yang tidak berkerudung atau laki-laki menggunakan hair net,” tuturnya.

Rentetan kelalaian ini diduga kuat memicu gangguan kesehatan pada puluhan konsumen. Korban melaporkan gejala mual, muntah, sakit perut hebat, hingga diare dalam rentang waktu 2 hingga 12 jam setelah menyantap makanan dari restoran tersebut. Sayangnya, proses investigasi petugas sempat terhambat akibat kecerobohan pihak pengelola.

BACA JUGA:  Piala Dunia U-17 Indonesia 2023: Jerman, Argentina, Mali dan Maroko Ke Delapan Besar

“Idealnya itu seharusnya ada pemeriksaan sampel, tetapi ternyata restoran ini tidak menyimpan sampel. Jadi tadi masih sebatas edukasi,” ungkap Dewi.

Lantaran jumlah korban berpotensi terus bertambah, Dinkes Kota Bandung bersama puskesmas setempat mematok pengawasan ekstra ketat terhadap restoran di kawasan Pasirkaliki tersebut.

“Biasanya kalau ada kasus seperti ini kita agak lebih intensif pemantauannya,” kata Dewi.

Proses penelusuran kasus kini terus dibuka lebar. Masyarakat yang merasa mengalami gejala serupa usai menyantap makanan dari lokasi tersebut diminta segera menghubungi puskesmas terdekat atau kanal resmi Dinkes Kota Bandung.

“Kami juga masih update terus. Sampai tadi sore yang sudah terlaporkan kepada kami melalui berbagai jalur itu 24 kasus,” ujarnya memungkas. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.