Rumah Makan Padang, Bukan Hanya Orang Minang
RUMAH Makan Padang memang memiliki daya tarik dan kesan tersendiri bagi penikmat kuliner. Selain makanan dan lauk-pauk yang kaya akan rempah-rempah, rasa dan seleranya juga yang pas di lidah orang Indonesia.
Nasi Padang masih menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia, bahkan mancanegara. Berdasarkan sebuah survei pada 2017, ikon Nasi Padang, rendang, disebut sebagai makanan terenak dunia, disusul oleh nasi goreng pada peringkat dua.
Maka tak heran, masakan Padang semakin digemari oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia, sampai mancanegara. Bahkan, kini pelaku bisnis Rumah Makan Padang bukan hanya dari Kota Padang saja. Hampir di setiap kota dan berbagai wilayah lainnya telah tersedia Rumah Makan dan Restoran Padang. Tak percaya? Coba saja makan di warung Padang dan bericara Bahasa Minang. Dipastikan pelayannya akan kelabakan dan terlongo-longo karena tidak bisa menggunakan bahasa Minang.
Salah satunya adalah Rumah Makan Sari Minang di Batang, Jawa Tengah. Awal Agustus 2020, pemilik rumah makan ini tertarik untuk membuka usaha Rumah Makan Padang miliknya sendiri.
“Abi aku yang mau buka Rumah Makan Padang sendiri, kebetulan udah tau ilmu dan resep masakannya juga. Abi aku yang masih turun langsung jadi koki, sampe akhirnya pelan-pelan punya 3 orang karyawan. 1 orang untuk koki, dan 2 orang untuk pelayan,” kata Jihan, anak dari pemilik Rumah Makan
Jihan juga menambahkan, rumah makan ini sudah mulai buka pukul 06.00 WIB pagi, namun masakan tersimpan rapi di etalase pukul 10.00 pagi.
“Sebelum pandemi, jam 10 malam kita baru siap-siap untuk tutup. Tapi karena ada pemberlakuan PSBB, pukul 21.00 WIB rumah makan udah tutup,” ujar Jihan.
Meskipun Rumah Makan Padang sudah tersebar di berbagai wilayah, tetapi cita rasa dan bumbu khas Minangkabau ini akan tetap dipertahankan. (Zayna Firdaus/JT)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.